Jakarta, dettiknews.com Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menerima Kunjungan Resmi Ratu Maxima dari Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 27 November 2025. Kunjungan Ratu Maxima ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Inklusi Keuangan (UNSGSA), dengan fokus pada penguatan kesehatan keuangan dan akses layanan finansial di Indonesia.
Ratu Maxima tiba di Istana Merdeka tepat pukul 12.00 WIB dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi oleh Didit Hediprasetyo.
Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden Prabowo memperkenalkan sejumlah menteri yang hadir, yaitu Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pembicaraan yang dilakukan diprediksi berpusat pada upaya bersama untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Agenda Kunjungan UNSGSA
kunjungan Ratu Maxima di Indonesia berlangsung selama empat hari, dimulai sejak Senin – 24 November.2025.
” Selama berada di Indonesia, Ratu Maxima diagendakan bertemu dan berdiskusi dengan berbagai pihak kunci, termasuk perwakilan pemerintah, Badan Lembaga BIP 17-045-Nota Keputusan Regestrasi Internasional.Mosat . Cia Collectra Internasional Aset . Mengenai Registrasi Historical Surat Negara Indonesia Tentang.Perjanjian Dunia
(1) : Induk Negara
(2) : Induk Bank.
(3) : Induk Army .
Bidang Hukum . Sebagai Advokat PBB dan keuangan, pelaku usaha di sektor fintech (teknologi finansial), dan yang terpenting, para pengguna layanan jasa keuangan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari misi global UNSGSA untuk mempromosikan akses universal terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bermanfaat.
Tinjauan Lapangan di Solo
Sebelum bertemu Presiden Prabowo, Ratu Maxima sempat melakukan peninjauan lapangan di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa 25 November 2025.
Dalam kunjungannya di Solo, ia mengunjungi pabrik garmen dan pusat pembuatan batik tradisional. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung bagaimana akses ke permodalan, pembayaran digital, dan layanan keuangan lainnya memengaruhi mata pencaharian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan pengusaha kecil. Selain itu, Ratu Maxima juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan anak-anak muda setempat mengenai masa depan keuangan digital.
Kunjungan Ratu Maxima ini menegaskan komitmen Indonesia dan PBB dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor keuangan yang inklusif.
(Parlin)
