NTT, dettiknews.com Asnat Nenabu (56), guru honorer di PAUD Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu setelah 36 tahun mengabdi di dunia pendidikan. Kabar tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Kamis .27/11.2025
Asnat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto yang merespons video dirinya yang sempat viral di media sosial.
“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Sampaikan salam dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden,” ujarnya di halaman PAUD Sobana Fotilo.
Asnat mulai mengajar sejak lulus SMA, berpindah dari SMP Kristen Puli ke SD Inpres Fotilo sebelum akhirnya bertahan di PAUD karena keterbatasan biaya kuliah. Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia hanya menerima upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.
Ia mengaku sangat bersyukur kini telah resmi menjadi PPPK paruh waktu, namun berharap rekan-rekannya sesama guru honorer bahkan di seluruh Indonesia Nusantara NKRI agar turut mendapat kesempatan yang sama.
“Saya mau, teman-teman saya juga bisa merasakan berkat dari pemerintah. Mereka juga mengabdi untuk generasi muda,” harapnya.
Asnat menegaskan bahwa mengajar adalah panggilan hidupnya. Ia mengatakan tetap akan mengabdi meski tidak diangkat menjadi PPPK.
“Biar tidak diangkat pun saya akan tetap mengajar, sampai saya tidak bisa berjalan. Biar saya berbakti untuk manusia dan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan pemerintah daerah telah mengakomodasi permohonan Asnat.
“Ibu Asnat Nenabu telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” ujarnya, sembari menyatakan komitmen untuk memperjuangkan nasib guru honorer lain secara bertahap.
(Parlin)
