Jakarta, dettiknews.com Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan” empat batalion untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pasukan terdiri atas tiga batalion Zeni dan satu batalion Teritorial Pembangunan yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat.
Batalion tersebut, akan membantu pembangunan jembatan darurat Bailey, pembersihan lumpur dan material kayu, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap “Baru saja kita tambahkan empat batalion, yaitu tiga batalion Zeni dan satu batalion Teritorial Pembangunan,” kata Agus di Sidang Kabinet,di Sekretariat Presiden, Selasa, 16 Desember 2025.
TNI Kerahkan 35 Ribu Personel dan 82 Alutsista untuk Penanganan Banjir Sumatera
Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore, 15 Desember 2025. Prabowo meminta laporan dari Panglima TNI, Kapolri, dan para menteri terkait penanganan bencana Sumatera.
Menurut Agus, hingga saat ini TNI telah mengerahkan 35.477 personel gabungan dari tiga matra. Personel TNI Angkatan Darat menjadi kekuatan terbesar dengan 28.319 personel, disusul TNI Angkatan Laut 4.589 personel dan TNI Angkatan Udara 2.569 personel. Selain itu, Subsatgas Kesehatan juga dikerahkan sebanyak 321 personel di berbagai wilayah terdampak.
Agus menambahkan, batalion tambahan tersebut juga ditugaskan membantu kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, PLN, dan Pertamina, dalam memulihkan layanan publik di daerah bencana. TNI berharap penambahan pasukan ini dapat mempercepat normalisasi akses transportasi, logistik, dan permukiman warga.
Berdasarkan laman geoportal penanganan darurat banjir dan tanah longsor yang dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal akibat bencana Sumatera sebanyak 1.030 jiwa per Senin Malam, 15 Desember 2025. Ada 206 orang masih dinyatakan hilang dan 7 ribu orang lainnya terluka, baik luka berat maupun luka ringan.
Korban jiwa paling banyak berada di Provinsi Aceh. Sebanyak 431 orang meninggal imbas banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah paling ujung utara nusantara tersebut. Lebih dari 4 ribu orang di Aceh yang mengalami luka-luka akibat bencana ekologis tersebut . BNPB juga mencatat sebanyak 355 korban meninggal di Sumatera Utara. Sedangkan di Sumatera Barat, tercatat korban meninggal sebanyak 244 orang dan 382 orang luka-luka.Ungkapnya.
(Parlin)
