Jakarta, dettiknews.com .Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan peran strategis dalam agenda besar ketahanan pangan nasional.
Di hadapan Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kontribusi signifikan institusinya dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah melalui capaian panen jagung nasional yang menembus angka 3,57 juta ton sepanjang tahun 2025.
Prestasi ini tak hanya menjadi catatan statistik, tetapi juga memperoleh apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin – 26/1/2026.
Dalam forum resmi tersebut, Kapolri menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan bagian dari komitmen institusional untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah, khususnya pada program prioritas Presiden di bidang kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan kita dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah, salah satunya adalah program prioritas Bapak Presiden yaitu masalah swasembada pangan,” tegas Jenderal Sigit di hadapan para legislator.
Dari Keamanan ke Kemandirian Pangan
Langkah Polri dalam memfasilitasi sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, menjadi wujud transformasi peran institusi kepolisian yang tidak hanya berfokus pada stabilitas keamanan, tetapi juga turut mendorong stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor, Polri memfasilitasi pemanfaatan lahan pertanian secara masif di berbagai wilayah Indonesia.
Jenderal Sigit memaparkan, Polri berhasil memfasilitasi pencarian dan pengelolaan lahan seluas sekitar 1,37 juta hektare untuk ditanami jagung.
Hingga saat ini, realisasi luas lahan yang telah tertanam mencapai 651 ribu hektare.
Sementara itu, target penanaman untuk tahun 2026 dipatok pada angka 522 ribu hektare, sebagai bagian dari kesinambungan program ketahanan pangan jangka menengah dan panjang.
“Polri ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan di mana Polri mencoba dan berhasil memfasilitasi untuk mencari lahan seluas 1,37 juta hektare untuk ditanam jagung.
Saat ini, luas yang tertanam sudah mencapai 651 ribu hektare, dan target penanaman di tahun 2026 adalah 522 ribu hektare,” jelasnya.
Sinergi dengan Petani dan Gapoktan
Keberhasilan panen jagung nasional tidak lepas dari kerja kolaboratif antara Polri dan elemen masyarakat tani.
Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa Polri menggandeng sebanyak 30.548 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang melibatkan lebih dari 602 ribu petani di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi tulang punggung dalam memperkuat rantai produksi pangan, dari hulu hingga hilir.
“Sampai dengan saat ini panen yang telah kita lakukan telah menghasilkan jagung pakan ternak sebanyak 3,57 juta ton.
Polri bekerja sama dengan 30.548 Gapoktan yang beranggotakan 602 ribu petani di seluruh Indonesia,” ungkap Kapolri.
Capaian ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan sentra produksi pertanian.
Jagung sebagai komoditas strategis, khususnya untuk pakan ternak, memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas harga pangan dan keberlanjutan sektor peternakan nasional.
Data BPS dan Apresiasi Presiden
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan panen jagung nasional sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2024, dengan total produksi nasional mencapai 13,6 juta ton.
Angka tersebut mencerminkan tren positif dalam upaya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi kemandirian pangan Indonesia di tengah dinamika global dan tantangan perubahan iklim.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk pengakuan atas kerja kolektif lintas sektor yang melibatkan aparat negara dan masyarakat.
“Berdasarkan capaian BPS, terjadi peningkatan terhadap panen jagung nasional sebesar 9 persen dari tahun 2024 atau 13,6 juta ton.
Dan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bapak Presiden RI,” ujarnya.
Menjaga Ketahanan di Tengah Tantangan Global
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga pangan internasional, serta dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, keberhasilan meningkatkan produksi pangan nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nasional.
Peran Polri dalam mendukung agenda ini dipandang sebagai langkah strategis yang memperkuat ketahanan nasional dari sisi non-tradisional, yakni ketahanan pangan.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas paradigma baru pembangunan nasional, di mana keamanan dan kesejahteraan masyarakat dipandang sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
Melalui program swasembada pangan, Polri tidak hanya menjaga ketertiban dan keamanan, tetapi juga turut memastikan bahwa kebutuhan dasar rakyat terpenuhi secara berkelanjutan.
Capaian panen 3,57 juta ton jagung sepanjang 2025 menjadi penanda penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian pangan.
Dengan dukungan Polri, pemerintah, dan ratusan ribu petani di seluruh Nusantara, upaya kolektif ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang.
Apresiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol penguatan sinergi antar lembaga negara dalam membangun fondasi ketahanan nasional yang kokoh—bukan hanya melalui stabilitas keamanan, tetapi juga melalui kedaulatan pangan yang berkeadilan dan berkelanju
Presiden Prabowo Beri Apresiasi atas Lompatan Ketahanan Pangan Nasional .
(Parlin)
