Jakarta dettiknews.com Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan penutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026 yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pada Jumat (30/1/2026) besok.
Penutupan diklat akan digelar di Lapangan Galaxy, Markas Komando Daerah Angkatan Udara (Makodau) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, penutupan diklat tahun ini berlangsung istimewa karena akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.
“Tadi malam, tim dari protokol [kepresidenan] sudah mengecek lapangan,” ujar Gus Irfan saat meninjau persiapan penutupan Diklat PPIH di Makodau, Kamis (29/1/2026).
Gus Irfan menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan Diklat PPIH Arab Saudi yang berlangsung sejak 10 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Meski demikian, ia menekankan bahwa proses pembinaan tidak berhenti setelah diklat resmi ditutup.
Para peserta yang akan dikukuhkan sebagai petugas haji 2026 diminta terus mempersiapkan diri agar menjadi petugas yang tangguh dan siap melayani jemaah haji atau dhuyufurrahman di Tanah Suci.
Menurut Gus Irfan, Kementerian Haji dan Umrah akan tetap memantau kesiapan para petugas setelah mereka kembali ke daerah masing-masing.
Pemantauan dilakukan, antara lain, melalui kelanjutan pembelajaran bahasa Arab secara daring serta pengawasan kebugaran fisik.
“Tiap hari juga akan dipantau upaya menjaga kebugaran fisik mereka supaya pada saatnya benar-benar fit. Karena masih ada waktu sekitar dua sampai tiga bulan sebelum mereka diberangkatkan,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan berharap seluruh petugas haji 2026 benar-benar siap, baik secara fisik, pengetahuan, maupun mental, sehingga mampu menjalankan tugas sebagai pelayan jemaah haji dengan optimal.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haji dari seluruh Indonesia. Mereka bertugas pada sembilan bidang layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah termasuk Media Center Haji.
Selama diklat yang digelar secara semi militer, para peserta yang berjumlah lebih dari 1.600 peserta dari seluruh Indonesia, tidak hanya dibekali materi perhajian dan manasik haji, tetapi juga mendapatkan pelatihan baris-berbaris untuk meningkatkan kedisiplinan.
Mereka dibina oleh para fasilitator yang berasal dari TNI dan Polri. Sementara untuk materi pembelajaran lainnya, seperti Bahasa Arab, serta manasik diisi oleh para pakar di bidangnya. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) pun berkesempatan mengisi satu materi.
Semua ini diberikan sebagai bagian dari persiapan agar para Petugas Haji siap melayani jemaah haji di Arab Saudi.
(Parlin)
