Sukabumi, dettiknews.com Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN MP) diundang khusus oleh Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath terletak di Cibadak, Sukabumi yang didirikan oleh KH. M. Fajar Laksana pada tahun 2010.
“Iya, saya selaku Ketua Umum DPP HMTN MP dipanggil secara mendadak di Pondok Pesantren tersebut, dan harus menghadiri acara itu. Namun tanpa disangka-sangka di sana sudah ramai sekali, ” ucap Ketum DPP HMTN MP Asril Naska yang didampingi jajaran dan tim kepada media ini, Rabu (28/1) di Ponpes Dzikir Al-Fath Cibadak Sukabumi.
Disebutkannya, DPP HMTN MP dan Ponpes Dzikir Al-Fath sepakat bersama berkolaborasi membangun masyarakat tani nusantara. Salah satu program tersebut bagaimana pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi ini bisa berjalan lancar dan sukses.
“Untuk program yang ada di pesantren ini saya kagum dan bangga kepada bapak Kyai, Soalnya pada saat kita mulai dan baru jalan memikirkan konsep program pertanian. Namun, bapak Kyai telah melakukannya terlebih dahulu secara formalitas program pemberdayaan pertanian terintegritas tersebut, ” tambah Asril Naska yang diamini Syafrinal Sikumbang Ketua OKK DPP HMTN MP.
Asril Naska menyebutkan, dalam artian sempit pesantren telah melakukan pula program itu. Mulai dari pertanian dalam artian sempit perikanan, perkebunan kemudian juga peternakan. Di pesantren ini terlihat ada pengelolaan ayam, bagaimana kompos untuk dijadikan makanan. Juga ada ternak sapi, dimana kotoran bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Ini nanti akan kita kolaborasikan lagi dengan konsep program DPP HMTN MP dengan yang lebih sempurna untuk kita terapkan pada masyarakat tani di daerah Sukabumi ini, lebih luas lagi untuk seluruh wilayah Indonesia.
“Karena hari ini yang sangat dibutuhkan itu bagaimana setiap tahapan-tahapan pertanian, perikanan dan perkebunan semuanya bisa bernilai daya ekonomi. Ketika itu terjadi pasti akan meningkatkan petani salah satunya kos produksi akan turun dan hasil akan meningkat kemudian petani kita bisa meningkatkan hasil panennya, ” celetuk Asril Naska.
Kenapa pertanian terintegrasi itu sangat penting sebutnya, bagaimana semua hasil komoditi itu bisa bermanfaat contohnya jagung. Yang diketahui selama ini biji jagung tersebut oleh petani. Sementara bongkol, daun dan batangnya tidak bisa dipakai. Namun kedepan daun jagung tersebut bisa kita bikin pakan ternak, bongkolnya bisa kita bikin briket sehingga tidak ada yg terbuang ini salah satu alasan pertanian terintegrasi. Begitu juga ternak ayam dimana kotorannya bisa kita buat pupuk sehingga bisa dimanfaatkan untuk tanaman. Artinya semua tidak ada yang terbuang begitu juga perikanan.
“Kita berterimakasih sekali atas undangan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath yakni Prof. KH. M. Fajar Laksana, seorang ulama dan tokoh agama yang dikenal di Indonesia. Beliau memiliki pengaruh besar di bidang pendidikan agama Islam dan menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap ajaran-ajaran Islam yang moderat dan mengedepankan nilai-nilai keberagaman, ” tambah Asril Naska.
“Alhamdulillah tadi kita berkesempatan masuk ke Museum Prabu Siliwangi yang telah diakui Dunia Internasional dan mendapat penghargaan dari BRIN dan berdoa di depan lemari yang ada rambut Rasulullah SAW itu.
Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath Prof. KH. M. Fajar Laksana menyambut baik kedatangan Ketua Umum DPP HMTN MP beserta tim dan jajarannya.
“Iya Insya Allah kita siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan HMTN MP dalam program pengembangan masyarakat tani terintegrasi ini. Sebab, jika hal ini bisa terwujud kedepannya masyarakat tani kita akan makmur dan sejahtera, ” ucapnya.
Disebutkannya, pesantren memiliki beberapa kegiatan usaha yang dapat mendukung kebutuhan santri dan masyarakat sekitar, seperti peternakan sapi, peternakan ayam, kebun pertanian, pengolahan makanan.
“Kita juga ada Museum Prabu Siliwangi telah dikunjungi oleh beberapa tokoh penting misalnya bapak Presiden RI Prabowo Subianto, bapak Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat, bapak Ahmad Heryawan mantan Gubernur Jawa Barat, meresmikan museum, bapak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, meresmikan Yayasan Museum Prabu Siliwangi.Museum Prabu Siliwangi memiliki koleksi yang kaya, termasuk 641 benda, Museum ini juga memiliki peninggalan sejarah, seperti rambut Nabi Muhammad SAW, dan peninggalan para nabi dan wali, ” tutup Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath.
(Afril)
