Jakarta.dettiknews.com Tim Menghadap Presiden, Setop Budaya Titip Menitip Anggota Tim Reformasi Polri Segera Menghadap Presiden, Setop Budaya Titip Menitip Anggota Minggu, 01 Februari 2026 – 08:20 WIB Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Mahfud MD dijumpai di kampus Universitas Widya Mataram pada Jumat (30/1).
Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah merampungkan sejumlah poin krusial untuk memperbaiki institusi kepolisian. Anggota Komisi Mahfud MD menegaskan bahwa hasil rekomendasi tersebut akan segera disampaikan langsung kepada Presiden dalam waktu dekat. Fokus utama dalam laporan tersebut adalah pembenahan sistem sumber daya manusia, terutama terkait penghentian praktik “titip menitip” dalam proses rekrutmen maupun mutasi jabatan. Mahfud MD menekankan bahwa ruang bagi pihak manapun yang ingin mengintervensi seleksi anggota Polri harus ditutup rapat. Menurutnya, standar objektif harus menjadi satu-satunya parameter dalam menentukan kelayakan seorang anggota.
Dampak Buruk Jika Polri Rangkap Jabatan Sipil “Di dalam rekrutmen di Polri, baik itu Akpol, bintara, dan mutasi atau rotasi itu tidak boleh ada titip-titipan. Harus ada ukuran-ukuran yang objektif,” tegas Mahfud di Jakarta, Jumat (30/1). Ia tidak menampik bahwa selama ini rekrutmen Polri sering kali didominasi oleh kalangan tertentu yang memiliki koneksi politik maupun kekerabatan.
“Kami lihat Pakta di dilapangan dugaan dan aduan diduga Memang terjadi contoh soal Akpol itu banyak anggotanya anak-anak polisi, pejabat, anggota DPRD. Lalu rakyatnya dapat apa? Yang begini tidak boleh di lakukan ini bukti Citra yang diduga terjadi paradigma tersebut harus di tinggal sudah sistem hukum dikembalikan ke tupoksi sudah bukan jamannya sebab rakyat tidak bodoh ” kata Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, itu.
Meski begitu, ia memilih untuk fokus pada perbaikan sistem ke depan daripada memperdebatkan masa lalu.
(Parlin)
