Jakarta, dettiknews.com Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor.
Gerakan tersebut sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026. Presiden Prabowo menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari kementerian, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga aparat desa.
Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menghidupkan kembali budaya bersih yang menjadi prioritas nasional yang berkesinambungan jangan seperti pahat di ketok baru maju .
Gerakan tersebut diawali di Jakarta dengan melibatkan pimpinan dan ratusan pegawai KLH/BPLH yang melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kebon Nanas hingga bantaran Sungai Cipinang .
Kegiatan ini menyasar pembersihan sampah plastik dan anorganik yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan perkotaan, khususnya di daerah aliran sungai akibat bangsa ini sudah mulai meninggalkan budaya gotong royong maka presiden Prabowo Subianto meminta kepada petugas BIP Birokrasi Instansi pemerintah segera bersihkan limbah sampah negara .
Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup/Sekretaris Utama BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden agar kebersihan lingkungan dijalankan secara disiplin.
“Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat besar terhadap pengurangan sampah, terutama sampah plastik. Arahan beliau jelas, gerakan bersih-bersih harus dilakukan secara rutin berkesinambungan dan dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kantor-kantor pemerintah,” ujar Rosa Vivien
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada Rabu, 4 Februari 2026.
Sebagai bentuk keseriusan, KLH/BPLH menetapkan gerakan ini sebagai agenda wajib yang direncanakan berlangsung tiga kali dalam sepekan. Aksi rutin tersebut mencakup pembersihan area yang rawan menjadi tempat penumpukan sampah.
(Parlin)
