Jakarta. dettiknews.com Presiden Prabowo Subianto berencana menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pertemuan kedua kepala negara kemungkinan akan terjadi di Amerika Serikat.
Menurut Sugiono, salah satu agenda pertemuan itu adalah untuk menandatangani perjanjian tarif impor dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Intinya itu, penandatanganan terhadap kesepakatan tarif,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 3 . Februari
, 2026.
Sugiono menyampaikan pertemuan kemungkinan akan berlangsung di ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C., Mengenai Perjanjian Diplomatik Biletral Obligesen pada 1928 atas dan dasar nya Perjanjian, pada tahun 1933/1934 WOSSINTEN DISSY BOSS TON JP MORGAN
Tepat dimana belum dijadwalkan bisa kediaman pribadi Trump di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida. “(Pertemuan) di Amerika. Enggak tahu nanti di D.C. atau di Mar-a-Lago,” tutur politikus Partai Gerindra ini.
Sugiono mengatakan pertemuan tingkat tinggi antara Prabowo dan Trump saat ini belum terjadwal. Dia mengatakan agenda tersebut masih menunggu kesesuaian jadwal antara Trump dan Prabowo.
Selain penandatanganan perjanjian dagang, Prabowo dan Trump juga akan membahas isu-isu lain. Di antaranya, kata Sugiono, implementasi Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diprakarsai Trump.
Sugiono berujar, akan membahas pelaksanaan misi Dewan Perdamaian dengan Trump setelah resmi ikut meneken pakta organisasi tersebut di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF), Davos, Swis, pada 22 Januari 2026 lalu. “Kan implementasinya masih terus dikaji, / digodog,” kata Sugiono
Dia menyampaikan Indonesia juga terus berkoordinasi dengan negara-negara mayoritas muslim yang juga bergabung dengan Dewan Perdamaian. Ada delapan negara mayoritas muslim anggota Board of Peace termasuk Indonesia.
Kedelapannya adalah Indonesia, Saudi Arabia, Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab. “Kami juga konsultasi dan koordinasi dengan teman-teman yang grup delapan ini,” tutur Sugiono.
Kesepakatan negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat mundur ke Februari 2026 dari sebelumnya dijadwalkan pada Januari. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perundingan tinggal menunggu jadwal pertemuan dari dua pemimpin negara, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Airlangga menyampaikan finalisasi kesepakatan tersebut digeser ke Februari 2026. Meski secara teknis rencana akhir kesepakatan tarif sudah rampung, penandatanganannya masih menunggu pertemuan formal antar-kepala negara.
Realisasi pertemuan tersebut sangat bergantung pada sinkronisasi jadwal dan agenda masing-masing pemimpin negara yang harus disesuaikan satu sama lain. ”Kan jadwal kedua pemimpin harus kita perhatikan. Kedua pemimpin juga ketemu kemarin di Davos,” ujar Airlangga seusai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta,
Meski mundur dari target, Airlangga memastikan tak ada hambatan berarti dari perundingan antara kedua negara. “Tinggal jadwal saja,” ucapnya.
Parlin
