Bogor, dettiknews.com melalui Rapat Kerja (Raker) yang digelar pada 08 sampai 10 Februari 2026 di Cisarua Bogor yang diikuti oleh jajaran struktural STIE Pengembangan Bisnis dan Manajemen (STIE PBM), perwakilan dosen dan tenaga pendidik.
Komitmen untuk terus memperkuat fondasi kelembagaan sebagai langkah nyata menuju kampus unggul yang berkelanjutan dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan Ketua STIE PBM Dr. Rita Zahara, SE, MM. Kegiatan ini menjadi forum untuk menyelaraskan arah kebijakan tridarma perguruan tinggi di seluruh unit kerja memperkuat koordinasi dan sinergi.
Menurut Rita Zahara, Raker dibagi menjadi tiga komisi agar lebih efektif dan efisien sehingga fokus.
Komisi I membahas kinerja akademik, menyusun program pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran, peningkatan sarana dan prarana akademik. Merumuskan roadmap penelitian dosen dan pengabdian masyarakat, penyesuaian kurikulum dan perbaikan sistem registrasi statistik akademik dan layanan mahasiswa, pengembangan data dan sistem informasi berbasis IT untuk efisiensi administrasi kemahasiswaan
Sedangkan Komisi II terkait administrasi umum, keuangan, perencanaan aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Menyusun rencana anggaran tahunan, pengelolaan dana dan menetapkan kebijakan keuangan.
Pada Komisi III fokus peningkatan mutu, Audit Mutu Internal (AMI), menyusun dokumen pendukung akreditasi Progran Studi (Prodi) dan upaya meningkatkan daya saing mahasiswa dan pengembangan minat dan bakat serta tata kelola organisasi kemahasiswaan. Peningkatan prestasi mahasiswa.
Merumuskan program kerja yang menunjang Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi tanggung jawab bersama dengan tujuan menyatukan persepsi, mengevaluasi program kegiatan sebelumnya, membuat program prioritas serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan tata kelola dan menyusun rencana strategis agar pelaksanaan program berjalan searah.
Pentingnya STIE PBM berkolaborasi lintas fungsi dan budaya berpikir sehingga tercipta nilai baru kemampuan tim untuk menyatukan ide menjadi konsep yang bagus.
Dalam menyiapkan SDM yang selain unggul secara akademik, harus mampu berkiprah di lingkup nasional maupun iternasional memperluas dampak inovasi dan siap menjadi mitra yang bernilai guna atau mitra strategis (high value partners).
Tidak hanya sekedar teman bekerja tetapi juga kontributor yang aktif untuk dapat mendorong pertumbuhan, efisiensi dan berinovasi.
Sebagaimana dalam visi misi yang dapat memiliki komitmen yang tinggi atau kesamaan untuk memahami tujuan dengan saling melengkapi kekurangan sehingga dapat meningkatkan legitimasi.
Sambutan Ketua Yayasan Dr. Syahri Yoserizal, SE, MM mengatakan, Yayasan tidak hanya pada gedung dan fasilitasnya, tetapi pada SDM yang solid, loyal, dan mau bergerak maju bersama. Karena itu rapat kerja ini saya harapkan bukan sekadar laporan kegiatan, tetapi forum menyatukan semangat, menyamakan arah, dan memperkuat komitmen pelayanan pendidikan.
Saya titip tiga semangat utama semangat kebersamaan. Pertama kita maju karena kerja tim, bukan kerja individu. Kedua, semangat peningkatan mutu, dosen meningkatkan kualitas akademik, tenaga pendidik meningkatkan kualitas layanan. Ketiga, semangat perubahan, dunia pendidikan bergerak cepat sehingga kita harus adaptif, inovatif, dan tidak boleh stagnan.
Mari kita jadikan raker ini sebagai momentum evaluasi yang membangun, diskusi yang produktif, dan perencanaan yang realistis namun visioner.
Raker kali ini mengusung tema “Sinergi Teknologi Informasi dan Kewirausahaan: Menuju STIE PBM Sebagai Center of Excelence” nampak semangat Raker, Wakil Ketua I Bidang Akademik Wakhyudin, SE MM, Wakil Ketua II Bidang Keuangan Neli Marita, SE, M.Ak, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Syaiful Bahri Ritonga, SE. MM, Kaprodi S1 Manajemen Badrian, SE, MM, Kaprodi S2 Manajemen Dr. Endro Praponco, MM, Ka. SPMI Boyke Hatman SE, MM, Ka BAAK Mustofa, SE. MM.
Selain nara sumber dari STIE PBM, hadir nara sumber dari konsultan IT untuk digitalisasi di Perguruan Tinggi “Smartmu” Anton Hindarjo, SE, MM, PhD yang juga merupakan Dosen Tetap Universitas Mercu Buana, memaparkan bahwa membangun budaya mutu perlu mengikuti ketentuan Badan Akareditasi Nasional (BAN-PT).
Tentu ada tahapan termasik visi misi sampai dengan operasional dan akreditasi tindak lanjutnya sehingga punya konsep yang berkelanjutan yang berdampak menjaga mutu dan maju lebih baik. Agar pelayan mahasiswa bisa maksimal, manajemen STIE PBM menggunakan secara digital sehingga lebih mudah mengevaluasi ke depan.
Bagi masyarakat umum tentu akan melihat mutu perguruan tinggi dari segi akreditasi karena, jika mutu itu baik berarti akreditasi itu akan baik juga dan tetap terjaga atau bahkan meningkat dari baik sekali bisa menjadi unggul.
Mutu itu berlaku di seluruh dunia, masing-masing perguruan tinggi harus mengejar ketentuan untuk akreditasinya baik nasional maupun internasional. Saling mengisi dan saling menopang antar perguruan tinggi yang besar dan kecil untuk mengisi pencapaian mutu sehingga menjadi kebaikan untuk bangsa ini.
Untuk mempermudah Akreditasi agar menggunakan program Siakad dan digital untuk PMB, program lainnya untuk pembelajaran yang bersifat online yang biayanya terjangkau oleh Perguruan Tinggi. Mutu lebih baik kerena data akan terjaga, tersimpan dan terevaluasi dengan baik dan bisa untuk bahan selanjutnya. (SBR)
