Jakarta.dettiknews.com Sahroni Balik Jadi Pimpinan Komisi III DPR, Ini Kilas Balik Pernyataan “Tolol” yang Viral.
“Ahmad Sahroni kembali menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR usai dinonaktifkan selama enam bulan. Sahroni menggantikan Rusdi Masse, politikus Partai Nasdem yang kini menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penetapan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III dilakukan usai pimpinan DPR menerima surat dari Fraksi Nasdem terkait pergantian pimpinan di Komisi III. “Pimpinan DPR RI telah menerima surat dari pimpinan Fraksi Partai NasDem Nomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tanggal 12 Februari 2026 perihal penyampaian pergantian nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI, kapoksi Banggar, dan anggota Banggar dari Fraksi NasDem DPR RI, maka pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem mengalami perubahan,” ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat Komisi III.
“Sahroni menjadi salah satu anggota DPR yang disorot publik akibat pernyataannya ketika menjawab pertanyaan soal desakan pembubaran DPR pada Agustus 2025.
“Bendahara Umum Partai Nasdem itu menuturkan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru.bahkan, Sahroni menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol. Sahroni mengingatkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, termasuk mencaci maki dan komplain. “Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat -22/8/2025. “
Ahmad Sahroni saat sebagai saksi di persidangan terkait insiden penjarahan rumahnya pada akhir Agustus 2025,
Jakarta Utara, Senin ,13/1/2026.
“Rumah Digeruduk Massa dan Dinonaktifkan Nasdem Pernyataan Sahroni tersebut pun menimbulkan diskursus, saat masyarakat tengah memprotes sejumlah tunjangan anggota DPR yang mengalami kenaikan. Setelah pernyataan Sahroni itu menimbulkan reaksi di masyarakat, Partai Nasdem memutuskan untuk menonaktifkan bendahara umumnya itu. Keputusan itu diteken langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim pada Minggu -31/8/2025.
Sahroni tidak lagi aktif menjadi anggota DPR RI per 1 September 2025. “Bahwa atas pertimbangan hal-hal tersebut di atas, dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,” kata Hermawi, dalam keterangan resminya.
Kerugian Rp 80 Miliar Rumah Sahroni sendiri yang berada di bilangan Jakarta Utara juga menjadi sasaran amukan massa yang memprotes kenaikan sejumlah tunjangan anggota DPR. Banyak barang dari rumahnya tersebut juga dijarah oleh massa. Dua bulan usai penjarahan tersebut, Sahroni memutuskan merobohkan kediamannya pada November 2025.
(Parlin)
