Bogor, dettiknews.com Jalan berlubang amburadul Sangat memprihatikan sehingga warga resah terhadap kinerja Pemerintah Bogor diduga tutup mata Tak Kunjung Diperbaiki.
Melalui Swadaya masyarakat, Warga berinisiatif untuk menambal lubang lubang yang ada di lintas Jalan yang usak di wilayah Parung Bogor.
Lembaga sosial kemanusiaan bernama Gerak Bareng, bersama relawan berupaya memperbaiki jalan rusak titik berlubang di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor. eksekusi dilakukan tanpa bantuan pemerintah dengan melibatkan relawan ojek online, organisasi masyarakat (ormas), dan NGO sekitar 35 orang yang dilakukan secara berangsur. Salah satu relawan bernama Wicaksono (47) bercerita, perbaikan yang dilakukan berupa penambalan menggunakan aspal dari hasil penggalangan dana para donatur.
“Jalan rusak yang memperihatinkan dari Kemang sampai Pasar Parung, itu kalau titik nggak terhitung, karena terdapat banyak lubang-lubang kecil maupun besar gitu,” ucap Wicaksono saat dihubungi wartawan Rabu -18/2/2026 .
Di sepanjang jalan yang mencapai sekitar 5,5 kilometer, telah dikerjakan dua kali penambalan jalan dengan anggaran di perbaikan kedua berkisar Rp 2-2,5 juta untuk 1,5 ton aspal hotmix.melaluai swadaya masyarakat
Proses penambalan biasa dilakukan di kala malam hari, saat situasi jalan cenderung lebih lengang.
Beberapa titik menunjukkan kondisi lubang yang cukup dalam sekitar 7-10 sentimeter.bahkan Wicaksono pernah tergelincir akibat salah satu lubang sangat dalam,ia sering beraktivitas dan melintas di wilayah Parung. “Karena saya ngindar ada lubang jadi agak sedikit aja kepeleset, cuma itu sebagai pembelajaran saya juga. Jadi setiap saya jalan disekitar itu, (udah nandain) disini ada lubang, jadi saya udah hafal karena saya tinggal tak jauh dari Parung,” ujarnya.
Pertanyaan nya pemerintah disebut tak pernah memberikan respon serius bahkan cenderung mengabaikan kondisi yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas pengguna jalan apa lagi di malam hari. Hal ini yang memicu rasa inisiatif warga dan Gerak Bareng untuk swadaya menambal jalan sendiri demi meminimalisir risiko kecelakaan. “(Pemerintah pernah menambal) cuma penambalannya itu hanya sekadar karena teguran,,” jelas Wicaksono.
Itu bukan karena inisiatif dan kesadaran sebagai petugas yang Mengabdi katanya petugas BIP Birokrasi Instansi pemerintah.
“Ada juga warga sekitar yang menyeletuk
Dengan Pertanyaan yang mengatakan dengan nada murka bukan nya Negara Sudah menyiapkan anggaran besar mengenai yang begini begini terkait jalan rusak oleh Pemangku Kewenangan Terkait hal anggaran Pemeliharaan perawatan dan perbaikan. di kemanakan anggaran tersebut ? Ujar warga saat dilokasi di Wawancarai tim investigasi
kalau hanya karena ditegur karena viral, itu bukan solusi sebenarnya, cuma karena dia takut Viral di publik ” Penambalan jalan terbaru dilakukan di dekat Terminal Parung dan ditargetkan bisa berlanjut ke arah Bojongsari dan Sawangan, Kota Depok.
(Parlin)
