Jakarta, dettiknews.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menuntaskan pembongkaran 109 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
menyampaikan, seluruh tiang monorel telah dipotong dan dirapikan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
“Tiang monorel yang berjumlah 109 sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,” kata Pramono usai rapat terbatas di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 24/2/2026.
Menurutnya, pembongkaran tersebut menjadi tahap awal sebelum dimulainya pembangunan pedestrian, saluran air (selokan), hingga taman di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
“Kita akan memulai pembangunan pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya. Mudah-mudahan bulan Juni, saya sudah memberikan target untuk penataan ini bisa diselesaikan,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI.
Pramono mengatakan, penataan kawasan harus dibarengi dengan ketertiban penggunaan ruang publik.
Ia pun menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), baik liar maupun binaan, serta pengemudi ojek online yang memarkirkan kendaraan di atas jalur pedestrian.
Pemprov DKI berharap penataan Jalan HR Rasuna Said dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mempercantik wajah kawasan bisnis utama di Jakarta Selatan.
Sebagai informasi, anggaran pembongkaran sekaligus perbaikan dan penataan jalan serta trotoar di sepanjang koridor tersebut mencapai Rp100 miliar.
Pembongkaran telah dimulai sejak 14 Januari 2026.
Proyek pembangunan monorel di kawasan Rasuna Said dimulai pada 2004, namun terhenti pada 2007 akibat persoalan pendanaan dan aset .
Pembangunan sempat diupayakan kembali pada 2013 saat Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta, tetapi kembali gagal karena sengketa antar perusahaan.
(Parlin)
