Jakarta, dettiknews.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah berkoordinasi langsung dengan sosok yang ditunjuk Presiden China Xi Jinping untuk memastikan
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tidak menjadi “negara dalam Negara”. Luhut mengatakan, sosok tersebut adalah Wang Yi yang menjadi mitra utama Indonesia dari China.
Luhut merupakan mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) yang turut terlibat dalam pembangunan IMIP. “Untuk memastikan seluruh operasi mematuhi standar dan tidak ada ‘negara dalam negara’ yang melanggar hukum kita,” kata Luhut dalam keterangan resminya, Senin – 1/12/2025 .
Luhut: Tak Pernah Kami Izinkan Bandara Morowali Jadi Internasional Koordinasi dengan Wang Yi, kata Luhut,
Juga meliputi persoalan lingkungan dan lainnya. Komitmen Investasi Perlu ditindaklanjuti selain itu sejak 2021, Luhut, ia telah meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menindak perusahaan-perusahaan pengolah nikel asal China yang merusak lingkungan. “
Sejak 2021, saya meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar menindak tegas perusahaan-perusahaan industri hilir asal Tiongkok yang belum memenuhi standar lingkungan,” ujarnya.
Luhut Pensiunan jenderal Kopassus TNI Angkatan Darat (AD) itu mengatakan,
kawasan IMIP merupakan bentuk keputusan pemerintah melakukan hilirisasi nikel.
Menurutnya, dalam kerja sama investasi itu pemerintah telah meminta pihak China memastikan IMIP berperasi dengan membawa manfaat maksimal bagi Indonesia. “Ketentuan-ketentuan ini berlaku bagi seluruh mitra internasional, termasuk Tiongkok,” klaim Luhut.
Infrastruktur dan Fakta yang Terabaikan Sejumlah ketentuan itu antara lain, penggunaan teknologi terbaik pada hilirisasi nikel, menyerap tenaga lokal, pembangunan industri terintegrasi dari hulu ke hilir, dan transfer teknologi. Menurutnya, Perdana Menteri Tiongkok, Menteri Perdagangan, dan Menteri Luar Negeri Tiongkok menyetujui investasi di IMIP itu meliputi transfer teknologi. “Hari ini, total nilai investasi di sektor hilirisasi mencapai US$ 71 miliar, di mana untuk Morowali nilainya mencapai lebih dari USD 20 miliar,” kata Luhut. “Mempekerjakan lebih dari 100.000 tenaga kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan sampai saat ini,” tambahnya
(Parlin)
