Jakarta dettiknews.com – Presiden Prabowo Subianto Murka Mintak Bupati yang Meninggal kan Warganya Saat Bencana Segera Copot iya memberikan sindiran keras kepada kepala daerah yang dinilai tidak siap Pecat menghadapi situasi krisis di wilayahnya. Pesan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang diduga pergi menunaikan ibadah umrah tanpa izin saat daerahnya dilanda bencana.
Dalam rapat penanganan bencana di Banda Aceh, pada Minggu (7/12/2026) malam, Prabowo mengawal arahannya dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah.
Namun, ia menegaskan para bupati memang dipilih untuk menghadapi situasi-situasi yang sukar, terutamanya semasa bencana berlaku.
“Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian melontarkan sindiran kepada kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya apabila berlaku bencana. Ia meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menindak tegas bupati yang tidak berada di tempat yang diperlukan oleh rakyat memalukan .
“Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa hehe.
Copot. Mendagri boleh ya diproses ini?” tegas Prabowo.
“Bisa, Pak,” jawab Mendagri Tito Karnavian.
Prabowo menyebut, dalam dunia militer tindakan meninggalkan tugas saat kondisi genting disebut desersi. Ia menekankan, hal itu sama sekali tidak boleh ditoleransi.
“Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh itu enggak boleh. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat? Segera ini tugas negara jangan sakiti rakyat sekali tetap salah pecat saja” sentilnya.
demikian, Prabowo memastikan pemerintah pusat akan terus memberi sokongan kepada para bupati yang bekerja di garis depan menangani bencana.
“Baik Mendagri, terima kasih. Saya lihat bupati pada senyum semua itu? Pokoknya kita dukung terus,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kemendagri menyayangkan tindakan Bupati Aceh Selatan Mirwan yang diduga pergi umrah di tengah kejadian bencana. Mirwan terancam dijatuhi sanksi tegas kalau perlu dipecat saja akibat sikapnya tersebut. Tegas nya
(Parlin)
