Jakarta, dettiknews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 8 orang dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jakarta Utara ,Dari 8 orang terkena OTT 4 terdiri dari pegawai Ditjen pajak dan 4 orang pihak Swasta.
Kini saatnya KPK menunjukkan taring dalam melakukan OTT terhadap aparat pajak kanwil Jakarta Utara, Mereka itu biang kerok rendahnya penerimaan keuangan Negara. ini bagian dari fakta waktu lalu dibongkar Menkeu Purbaya bahwa aparat pajak selama ini dilindungi kejaksaan.oleh karena itu, usut tuntas dan audit hingga ke akar-akarnya, karena selama ini diduga merugikan keuangan Negara, dan para pelaku layak diberikan hukuman seberat-beratnya, tegas dr Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. Presiden Kawulo Alit (KAI), Sabtu, 10/1/2026.
Atas tindakannya pelaku Negara diduga dirugikan Ratusan Miliar bahkan trilyun rupiah per tahun, dari uang penerimaan Negara raib dampak kong kalingkong antara wajib pajak dengan aparat pajak. Praktek ini sangat laten, berpuluh-puluh tahun.atau mereka itu biang kerok penerimaan pajak stagnan sangat jauh potensi penerimaan Negara.
Untuk itu, saya mendesak Menkeu Purbaya konsisten, jangan memberikan bantuan hukum terhadap para pelaku, apalagi intervensi proses hukum bagi aparat pajak Kanwil Jakarta Utara yang terjerat OTT KPK, imbuh Ketua Umum Asosiasi PKL di Indonesia asli Mojokerto Jawa Timur.
Saya juga mendesak Jaksa Agung pro aktif lakukan operasi penyelewengan sektor perpajakan, kenapa? Kejaksaan Agung yang mengetahui betul lokus dan titiknya karena selama ini kejaksaan melindungi aparat pajak yang nyeleweng sebagaimana dibongkar Menkeu Purbaya beberapa waktu lalu, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998
(Red)
