Jakarta,dettiknews.com Pengurus Daerah Media Independen Online (MIO) Kota Jakarta Utara melakukan audiensi sekaligus serah terima Surat Keputusan (SK) kepengurusan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan legalitas organisasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Dalam audiensi tersebut, Ketua MIO PD Kota Jakarta Utara Yan Zainudin hadir bersama Wakil Ketua Laode Asran dan Bendahara Lindawati Wibowo, S.I.Kom, serta didampingi Ketua MIO PW Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo.
Rombongan diterima oleh Ketua Subkelompok Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Kesbangpol Jakarta Utara, Sarah Inneke Putri, S.IP., M.A., didampingi staf Kesbangpol, Ermah, S.Sos., M.AP.
Yan Zainudin menegaskan, penyerahan SK tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran organisasi pers di tingkat daerah.
“Penyerahan SK ini bukan sekadar administratif, tetapi menjadi penegasan komitmen kami untuk membangun sinergi yang sehat dan profesional dengan pemerintah daerah.
MIO PD Jakarta Utara siap berperan sebagai mitra strategis yang kritis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Yan.
Sementara itu, Ketua MIO PW Provinsi DKI Jakarta Gito Ricardo menyatakan, Kesbangpol merupakan mitra penting bagi organisasi pers dalam membangun iklim demokrasi yang sehat.
“Kesbangpol adalah mitra penting bagi organisasi pers. Melalui audiensi ini, kami ingin menegaskan bahwa MIO PW di tingkat provinsi dan kota siap membangun sinergi untuk mendorong pers yang profesional, berintegritas, dan berkontribusi menjaga stabilitas serta kualitas demokrasi di DKI Jakarta,” kata Gito.
Ketua Subkelompok Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Kesbangpol Jakarta Utara Sarah Inneke Putri menuturkan, dari perspektif pemerintah pada 2026, wartawan dan media, termasuk MIO, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah serta meningkatkan kualitas demokrasi.
Menurut dia, media dipandang sebagai mitra strategis pembangunan daerah, terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah dan menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Media juga berperan penting menyampaikan kebijakan serta capaian pembangunan agar diketahui publik secara luas.
Selain itu, media dinilai memiliki posisi krusial dalam menjaga stabilitas dan ketahanan nasional.
“Wartawan berada di garda terdepan untuk melawan hoaks dan disinformasi yang berpotensi memicu konflik. Media juga berperan dalam edukasi politik guna meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat,” ujar Sarah.
Kesbangpol juga menekankan fungsi kontrol sosial media. Meski menjadi mitra pemerintah, media tetap diharapkan menjalankan peran pengawasan secara independen melalui kritik konstruktif dan fungsi check and balances, demi mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, Kesbangpol Jakarta Utara membuka ruang pembinaan bagi organisasi wartawan. Fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan profesionalisme jurnalis, antara lain melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta penguatan forum komunikasi antara Forkopimda dan insan pers.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal mempererat kerja sama antara MIO PD Jakarta Utara dan Kesbangpol dalam membangun ekosistem pers yang profesional, beretika, dan berkontribusi bagi stabilitas serta pembangunan daerah.
(Baretha.S)
