Bogor, dettiknews.com Presiden Prabowo Subianto mendadak memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Tujuan pemanggil itu rupanya dalam rangka membahas langkah strategi percepatan pembangunan rumah layak huni dan berpatutan.
Setia usaha Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi dan akselerasi projek-proyek perumahan bersubsidi yang tengah disiapkan pemerintah, sebagai bahagian daripada komitmen negara menjawab keperluan dasar masyarakat.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden, Maruar memaparkan perkembangan pembangunan rumah susun bersubsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Projek ini telah memasuki tahap pembersihan lahan atau pembersihan tanah di atas kawasan seluas 30 hektar yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan.
Selain itu, Kepala Negara juga menerima laporan mengenai persiapan pelaksanaan pecah tanah pembangunan 141.000 unit rumah bersubsidi.
Rencana pembangunan tersebut akan dilaksanakan di tiga kawasan yang saling berdekatan guna mewujudkan kawasan hunian terintegrasi.
Targetkan Serap 80 Ribu Tenaga Kerja
Menurut Teddy, lokasi projek perumahan itu dirancang berdekatan dengan pelbagai kemudahan awam dan pusat aktiviti ekonomi.
Kawasan tersebut berada di sekitar sekolah, rumah sakit, kawasan perkantoran dan kilang, serta jalur-jalur utama pengangkutan.
“Dengan adanya pembangunan tersebut, di jangka akan mencapai sekitar 80 ribu tenaga kerja di segala sektor dan mempercepatkan perputaran rantai ekonomi,” ungkap Seskab.30/1/2026.
Prabowo, lanjut Teddy, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluaskan akses masyarakat terhadap kaum yang layak.
Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah bersubsidi, tetapi juga melalui penyederhanaan peraturan yang selama ini dinilai menghambat percepatan realisasi.
(Parlin)
