Jakarta. dettiknews.com Di Balik Tol dan Mal Mewah, Jalan Tanah Merah Jakarta Utara, ada pemukiman warga Terlupakan Puluhan Tahun di tengah pembangunan yang masif di Jakarta Utara, terdapat permukiman padat penduduk yang akses jalannya sama sekali belum tersentuh perbaikan selama puluhan tahun.
Permukiman tersebut berada di RW 07 Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara. Lokasinya sangat dekat dengan tol dan mal-mal mewah di Kelapa Gading.hampir semua jalan di RW 07 yang terdiri dari 24 RT mengalami kerusakan.mulai dari berlubang, bergelombang, berpasir, dan licin. Bahkan, beberapa titik jalan masih ada yang berupa tanah merah, sehingga sangat becek jika musim hujan tiba. Bukan hanya di akses utama, jalan di gang permukiman warga juga tak kalah rusak. Kondisi jalan yang becek dan licin tak nyaman dilalui, baik dengan berjalan kaki atau naik kendaraan. Padahal, daerah ini sudah dilintasi oleh transportasi umum, seperti JakLingko. Upaya Mewujudkan Mimpi kota indah jakarta Utara serta Bebas Banjir Warga Kali Cakung Lama
Dikeluhkan warga Rusaknya jalan ini selama puluhan tahun dikeluhkan oleh sejumlah warga. “Saya tinggal di Jakarta tapi seperti di desa terpencil.dulu saya tinggal di kampung jalannya tanah, sekarang di Jakarta di tengah kota tetap begini jalannya,” ucap salah satu warga bernama Edy (54) kepada wartawan Jumat ,6.Februari 2026).
Edy sudah 20 tahun tinggal di Tanah Merah. Selama itu pula pemerintah sama sekali belum pernah memperbaiki jalan di depan rumahnya tersebut.dulu, kondisi jalan di RW 07 lebih parah karena didominasi tanah merah yang sangat becek ketika hujan, dan begitu berdebu saat musim kemarau. Oleh karena itu, warga berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya semampunya. Warga memperbaiki jalan tersebut dengan menguruk menggunakan puing bekas,
Melalui swadaya masyarakat perbaiki jalan melalui dana patungan berdasarkan lebar dan panjang rumah mereka. “Biasanya tergantung panjang dan lebar rumah, nanti dibagi dua sama tetangga di seberang. Biasanya, kena Rp 500.000 terakhir lima tahun lalu, tidak pernah dicor lagi,” ungkap dia. Lama tak diperbaiki lagi ucapnya
Coran semen di jalanan itu sudah banyak yang terkelupas, rusak, dan bergelombang. Edy bilang, jalan tersebut akan kembali diperbaiki jika warga sepakat patungan dana lagi.
Lihat Kondisi jalan di Tanah Merah RW 07, Koja, Jakarta Utara, yang memprihatikan belum beraspal
Edy perwakilan dari warga sekitar juga bingung mengapa jalanan di lingkungan tempat tinggalnya belum pernah diaspal sekali pun oleh pemerintah. Padahal, rumah di wilayah tersebut sudah memiliki RT dan RW, serta surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Rumah sertifikat tidak ada, cuma di sini surat garapan ada, sama program Anies (Gubernur Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan) waktu itu IMB kawasan ada,” ungkap dia. Terabaikannya kondisi jalan di Tanah Merah, membuat Edy begitu kecewa dengan para pemangku kepentingan. Pasalnya, setiap kali Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terjadi, para anggota DPR, DPRD, Gubernur, hingga Presiden, berlomba-lomba datang ke Tanah Merah untuk meminta dukungan dari warga Dan janji setelah nya terpilih nomor telepon pun tidak aktif. Tutup nya kecewa.
(Parlin)
