Jakarta. dettiknews.com Sahroni Menyatakan Bahwa angkah ini menandakan bahwa negara sedang menjalankan aksi bersih-bersih. “Banyak yang mengatakan Indonesia sedang tidak baik karena banyaknya penangkapan pejabat. Namun, ini menunjukkan negara berupaya membenahi diri melalui Kejagung dan KPK,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Bukti Komitmen Presiden Prabowo:
Menurut Sahroni, tindakan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membawa perubahan positif bagi Indonesia. “Ini adalah bukti bahwa hukum berjalan adil. Jadi, jika ada narasi yang bertentangan, itu menunjukkan adanya resistensi terhadap perubahan yang dilakukan,” tambahnya.
Sahroni menyampaikan bahwa agenda pembersihan ini adalah sinyal kuat dari Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran pemerintah untuk tidak merugikan rakyat.
“Saat ini, Presiden sedang melakukan pembersihan di berbagai sektor. Ini merupakan peringatan keras bahwa Presiden Prabowo serius dalam bertindak. Justru bila ada koruptor yang tidak ditangani, itulah yang akan membuat Indonesia tidak dalam kondisi baik,” pungkas Sahroni.
Kejagung telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam intervensi verifikasi portal mitra BGN agar yayasan mereka tetap lolos meski tidak memenuhi syarat.
KPK juga menetapkan Silmy Karim, mantan Wakil Menteri Imipas, sebagai tersangka. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Silmy menyerahkan diri ke KPK setelah sempat dicari.
(Parlin)
