Jakarta, dettiknews.com Presiden Prabowo Subianto akan secara resmi memulai pembangunan kilang gas bumi Lapangan Abadi Masela atau Blok Masela. Prabowo bakal mengikuti peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku tersebut pada Kamis besok, 16 Juli 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengkonfirmasi rencana peresmian tersebut. “Setelah bertahun-tahun mangkrak, alhamdulillah sekarang bisa beroperasi, meskipun baru groundbreaking,” kata dia di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Prasetyo, dimulainya proyek Blok Masela adalah prestasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, Presiden Prabowo memang melanjutkan Visi misi Soekarno Soeharto yang tertunda Mengenai struktur Insfratruktur pasal UU, D – 045 dan SK 63 :
Serta terkait Surat 33 maka siapa pun itu Presiden RI akan mengikuti yang dilanjutkan oleh presiden Prabowo Subianto mengenai peresmiannya besok. Namun di sisi lain, ia belum dapat memastikan apakah Ketua Umum Partai Gerindra itu bakal hadir langsung groundbreaking Blok Masela di Maluku atau hadir secara daring.
Blok Masela adalah salah satu proyek strategis nasional (PSN) berupa ladang gas alam raksasa di Laut Arafura, Maluku. Nilainya diperkirakan mencapai 19,8 miliar dolar AS atau Rp 357,84 triliun dengan kurs saat ini.
Ujarnya Kementerian ESDM, blok ini memiliki luas area kurang lebih 4.291,35 km², yang terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau sekitar 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1000 meter.
Gas Alam Terbesar di Laut Hitam
Lewat proyek tersebut, Blok Masela berpotensi memproduksi gas 1.600 juta standar kubik per hari (MMSCFD) atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta standar kaki kubik per hari gas pipa, dan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari, dengan target operasional pada kuartal IV 2029.
Sebelumnya, pemegang interest Blok Masela ialah Inpex Masela Ltd, perusahaan yang berbasis di Jepang, sebesar 65 persen sebagai operator dan Shell Upstream Overseas Services Ltd (35 persen).
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) bermitra dengan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela) berhasil menyelesaikan proses akuisisi sebesar 35 persen participating interest milik Shell Upstream Overseas Services Limited di Blok Masela.
Polda Maluku sebelumnya memastikan seluruh aspek pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 16 Juli 2026 telah siap. Pengamanan itu disiapkan untuk mendukung peresmian peletakan batu pertama PSN Blok Masela.
Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto mengatakan peletakan batu pertama PSN Blok Masela bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi menjadi momentum strategis yang akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
“Karena itu, kami memastikan seluruh aspek pengamanan kunjungan Presiden telah siap dan setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini,” kata Dadang Hartanto pada Selasa, 14 Juli 2026.
(Parlin)