Jakarta, dettiknews.com Rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto memutuskan Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) dan offtaker atau penjamin hasil panen petani, khususnya gabah/beras dan jagung.
Semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih. Tadi sudah diputuskan,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, saat jumpa pers selepas rapat di Istana Kepresidenan RI, Jakarta,
KDKMP dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, maka koperasi, kata dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” sambung Zulhas.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan peran KDKMP sebagai offtaker hasil panen di desa itu akan dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Alhasil, kata dia, KDKMP tidak akan menggantikan atau bersaing dengan BUMDes karena keduanya akan saling melengkapi dan memperkuat fungsi masing-masing.
“Dan Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing karena jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa,” kata Yandri. Yandri menambahkan ke depan seluruh potensi desa juga akan dimaksimalkan melalui KDKMP.
kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi, yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli putra daerah dan atau desa,” ujarnya. Sehingga, kata Yandri, pemerintah desa dengan segala daya upaya untuk meningkatkan dan kerjasama tersebut.Tegasnya tgl 16 Juni 2026
(Parlin)