Sukabumi,dettiknews.com Memperingati satu Tahun HUT Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) merupakan tonggak refleksi, evaluasi, dan perayaan atas dedikasi serta pencapaian telah dilalui. Momen ini menandai fase pendewasaan tim, kekompakan, kesolitan, memperkuat budaya etos kerja yang tinggi, dan menjadi evaluasi komprehensif untuk merencanakan langkah strategis kedepan agar lebih maju dan berdampak positif.
“HMTN-MP dalam perspektif saya sudah nampak jauh melangkah lebih maju lagi. Hal ini bisa kita lihat dari gebrakan yang dilakukan Ketua DPP HMTN MP bersama tim melakukan kunjungan ke Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Sukabumi Kabupaten Jawa Barat. Kunjungan ini dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Ter Integritas, ” ucap Ketua Satganas DPP hMTN-MP Ir. Budi Ilham Nasution kepada media ini 16/2/2026
Budi Ilham mengatakan, setelah itu tim DPP HMTN-MP kembali bergerak melakukan kunjungan Program Pemberdayaan Masyarat Tani Berintegrasi dan Berkolaboratif di Kampung Melon Desa Sukabumi. Langkah ini merupakan pilot project gebrakan yang brilian untuk mengembangkan program DPP HMTN-MP untuk lebih nyata dan bagus lagi.
“Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi dan Berkolaboratif ini manfaatnya banyak sekali buat kemajuan kelompok Tani di Sukabumi, khususnya petani di Indonesia, kita berharap kedepan HMTN-MP lebih sigap lagi mengambil langkah untuk melakukan kegiatan di lapangan agar wadah HMTN-MP semakin dikenal di kalangan seluruh Provinsi di Indonesia. Dalam rangka HUT 1 tahun HMTN-MP ini semoga tetap Jaya dan kompak bersatu, ” ujar Budi Ilham yang telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, seperti investigasi tapal batas Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dan penanaman perdana jagung hybrida di lahan kebun Kampung Bantarkaret Tonggoh, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu Ketua Umum DPP HMTN-MP Asril Naska mengatakan, satu Tahun usia HMTN-MP masih “se umur jagung” ini, semoga tidak tersentuh dengan Konsep Asal Bapak Senang (ABS), insan banyak bicara tanpa action, hari ini kita merasakan pahitnya kehidupan petani di saat swasembada pangan sukses, hiruk pikuk program dicanangkan, bantuan alsintan sangat banyak, bibit dan harga pupuk turun 20% serta banyak lagi eforia dan serimonial kesuksesan.
“Semoga HMTN-MP mampu eksis selalu di tengah- tengah Masyarakat Tani Nusantara, yang konsisten, komitmen, petarung, pejuang, yang Ikhlas dan yang mempunyai Idealisme NKRI, pekerja keras, memiliki akhlak, yang selalu sabar bersama HMTN-MP pasti akan sukses mensejahterakan Petani Nusantara dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Ter Integrasi dan Berkolaboratif,” tutur Asril Naska.
Asril Naska juga menyebutkan refleksi 1 tahun HMTN-MP untuk mengevaluasi struktur organisasi DPW dan DPD se Indonesia. Kemudian Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi dan Berkolaboratif. Tahun 2026 ini DPP menargetkan 5 Kecamatan sudah terbentuk Pertanian Terintegrasi di Kab.Sukabumi sebagai Pilot Project Nasional kegiatan HMTN MP. Pembangunan Komunitas Pemberdayaan Pertanian Terintrgrasi Berkolaboratif. Pembanguan Basecame Klinik Pertanian HMTN MP di Kampung Melon Desa Sukajaya Kec.Sukabumi.Kab.Sukabumi sebagai Raising Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Terintegrasi dan Berkolaboratif.
(Afril)
