Jakarta, dettiknews.com Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihadapkan pada ketatnya persaingan kerja saat ini dan selektif, kewirausahaan adalah solusi terbaik dan strategis untuk kemandirian dan fokus pada utility value (nilai guna).
Hal tersebut dikemukakan oleh Direrktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (Menbiska) Nusantara Dr. Rita Zahara, SE, MM pada sambutannya dalam acara Uji Kompetensi yang diikuti puluhan mahasiswa semester akhir dari Prodi Akuntansi dan Manajemen STIE Pengembangan Bisnis dan Manajemen (STIE PBM) Jakarta.
Mahasiswa setelah lulus tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dan prestasi akademik saja, tetapi wajib ada pendampingnya berupa sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing dan transparansi di dunia kerja.
Sesuai Permendikbud No. 81 tahun 2014 (tentang ijazah, sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi) yang merupakan turunan UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lulusan perguruan tinggi bergelar wajib memenuhi ketentuan tersebut.
Uji kompetensi yang diadakan adalah skema Pelaksana Pemasaran yang bekerja sama dengan LSP Menbiska Nusantara sebagai lembaga penyelenggara sertifikasi kompetensi yang sudah terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikatnya diakui baik secara nasional dan internasional.
Kegiatan diawali pra asesmen dengan berbagai pelatihan dan dilanjutkan ujian tertulis secara daring pada Jumat, 13/02/ dan Sabtu, 14/02/2026, sedangkan pelaksanaan ujian lisan secara luring pada Minggu, 15/02/2026, sejak pagi hingga malam bertempat di pusat pendidikan dan pelatihan LSP Menbiska Nusantara.
Melalui proses asesmen yang mencakup teori dan praktik, mahasiswa diuji berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang Pelaksana Pemasaran yang relevan mencakup aspek pengetahuan, keterampilan bahkan siap bekerja.
Sertifikasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari STIE PBM dalam upaya menyelaraskan kompetensi lulusannya sesuai dengan ketentuan yang diwajibkan sebagai salah satu syarat untuk bisa menyelesaikan tugas akhir penyusunan skripsi.
Sekarang ini, kewirausahaan merupakan keterampilan paling dicari, lebih dari 60% mahasiswa di seluruh dunia bahkan tertarik untuk memulai bisnis mereka sendiri, karena dapat memberikan peluang finansial dan melatih keterampilan hidup yang esensial.
Dengan berwirausaha maka sekolah kehidupan untuk mengasah soft skills dalam menjalankan bisnis, memimpin tim, membuat keputusan, dan mengarahkan orang lain mencapai tujuan bersama.
Mahasiswa belajar untuk berpikir kritis dan menemukan solusi inovatif , dapat mengelola waktu antara kuliah dan bisnis melatih disiplin dan efisiensi yang berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari pelanggan hingga investor, membantu memperluas jaringan profesional.
Menjalankan bisnis mengajarkan mahasiswa untuk lebih mandiri dan percaya diri. Mereka belajar untuk mengambil risiko, menghadapi kegagalan, dan bangkit kembali. Ini adalah pelajaran hidup yang tidak bisa diajarkan di kelas.
Sebagai penguji Skema Pelaksana Pemasaran, Asesor dari LSP Menbiska Nusantara, Dr. Syahril Yoserizal, SE. MM, Wakhyudin, SE MM, Neli Marita, SE, M.Ak, Syaiful Bahri Ritonga, SE, MM adalah Asesor senior yang profesional telah memiliki pengalaman panjang di bidang yang sesuai dengan skema sertifikasi yang diujikan, menilai peserta secara adil, transparan, dan sesuai standar yang berlaku.
Kesan dan pesan peserta selama diadakan uji kompetensi disampaikan oleh Dwi Rahma Pramudya dan Rayvaldo Ardienza di acara penutupan. (SBR).
