Jakarta, dettiknews.com Strategi Presiden RI Prabowo Subianto merangkul Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, termasuk ikut bergabung dalam Board Of Peace (BoP), ternyata mulai berbuah manis.
Pasalnya, Indonesia berhasil melakukan negosiasi dagang yang sangat menguntungkan, dimana tarif ekspor komoditas strategis Indonesia ke AS sudah diturunkan menjadi nol persen dari sebelumnya 19 persen.
Buah manis negosiasi dagang Prabowo dengan Trump ini diungkap oleh analis investasi dan geopolitik, Benny Batara alias Bennix.
“Ini gokil banget, asli. Pak Prabowo sukses nego sama Trump,” kata Benny Batara
Bennix menyebut Indonesia bisa meraup untung hingga Rp800 triliun dari kesepakatan dagang dengan AS, karena Tarif Trump (tarif impor AS) untuk Indonesia menjadi nol persen (0%).
“Jujur gue kagak nyangka, hebat juga negosiator kita. Karena kalau kita lihat urutannya, industri yang dapat tarif nol persen itu industri yang besar yang menjadi tulang punggung Indonesia,” ungkapnya.21/2/2026
Sebagai contoh, kata Bennix, Indonesia punya komoditas CPO atau minyak kelapa sawit yang begitu besar. Bahkan di tahun 2025 saja, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat mencapai Rp20 triliun.
Tujuan ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS sendiri adalah yang terbesar keempat. Peringkat pertama ekspor sawit Indonesia adalah ke Pakistan, kedua ke China, dan ketiga ke Bangladesh.
Meski jumlah ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS adalah nomor empat, namun bagi Negeri Paman Sam kepala sawit Indonesia andalan utama.
Indoensia adalah pemasok sawit terbesar bagi Amerika Serikat dengan 85 persen pangsa pasar, jauh di atas Malaysia yang hanya memasok 10 persen pangsa pasar kelapa sawit Amerika Serikat.
“Jadi kita (Indonesia) mendominasi pasar Amerika Serikat kalau soal kepala sawit,” tandas Bennix.
Nah, Bennix menegaskan bahwa data diatas adalah ketika tarif impor Amerika Serikat itu sebesar 19 persen. Maka bisa dibayangkan ketika tarif menjadi nol persen, maka Indonesia akan tambah untung berlipat ganda.
“Kenapa berlipat-lipat? Karena harga sawit kita semakin kompetitif di Amerika Serikat dengan tarif nol persen. Sementara Malaysia akan nagis darah karena tarifnya tinggi,” jelas Bennix.
Dismaping itu, Bennix menyebut nilai ekspor kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat juga akan semakin banyak karena permintaannya meningkat drastis, dan dengan harga yang lebih murah dibanding negara lain.
“So. Kalau kali ini kita ekspornya hanya 1,5 juta ton sawit ke Amerika Serikat, maka kalau dikalkulasi naik 10 persen menjadi 1,65 juta ton. Jika harga sawit sebesar Rp17 juta per ton, maka Indonesia akan dapat tambahan devisi sebesar Rp2,6 triliun. Ini tambahannya sebesar itu,” kata Bennix.
Selain kelapa sawit, komoditas strategis yang mendapat tarif nol persen dari Donald Trump adalah komoditas Apparel.
Komoditas pakaian seperti baju, celana, topi dan sebagainya yang diekspor Indonesia ke Amerika Serikat juga sangat besar. Pada tahun 2025 (dengan Tarif Trump 19 persen) saja nilainya mencapai Rp35 triliun.
Nah, dengan kesepakatan Tarif Trump sebesar nol persen, maka bisa dibayangkan bagaimana produk Apparel Indonesia akan merajai Amerika Serikat.
“Bandingkan saja nanti dengan Vietnam yang tarif impor ke Amerika 20 persen bisa ekspor Rp140 triliun. China yang tarif ekspornya ke AS 50 persen bisa ekspor Rp131 triliun.”
“Nah, sekarang lho bayangkan, Indonesia sekarang mendadak tarif ekpornya ke Amerika Serikat sekarang nol persen,” jelas Bennix.
Dampaknya apa? Bennix menyebut akan banyak pabrik-pabrik di Vietnam, China, India, Bangladesh yang akan pindah ke Indonesia karena harganya akan sangat kompetitif dengan tarif nol persen di Amerika Serikat.
“Banyak pabrik Apparel nanti akan pindah ke Indonesia. Baik dari Vietnam, China, India, Bangladesh karena harga barang Indonesia menjadi yang paling kompetitif di dunia ini bicara kenyataan bukan omong kosong,” tegas Bennix.
“Indoensia akan cuan banget. Nilai ekspor Apparel ke AS bisa naik 100 persen, bisa menjadi Rp80 triliun loh, gokil banget kan,” ujar Bennix.
Belum lagi industri alas kaki dan sepatu. Ekspor alas kaki, sepatu dan sandal Indoensia ke AS mencapai Rp43 triliun di 2025 dan menempati ranking ketiga di bawah China dan Vietnam.
Nah, sekarang dengan tarif Indonesia yang nol persen, akan jauh lebih kompetitif dibanding China yang tarifnya 50 persen dan Vietnam yang tarifnya 20 persen.
“Kalau tarif nol persen ini benar-benar sudah berjalan baru dunia sadar bahwa Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah dan tidak ada satu pun negara yang bisa menyaingi Indonesia,
maka Vietnam bahkan China akan menangis gaes. Barangnya kalah kompetitif dibanding Indonesia yang tarifnya tiba-tiba nol Persen karena Donald Trump juga bukan bodoh Indonesia dalam surat memo Historical Mamerandom.
Amerika presiden Security Dunia.
Cina Presiden perdagangan dunia.
Sedang kan Indonesia Presiden Aset dunia ,”
Yang punya UBCN KBCN MDS CCN SPS Ubligasen Birokrasi Collectra Note Keputusan Agrimen Vorensik jelas presiden Donald Trum Sadar Terkait Cronologis Historical Mamerandom Surat pada 1951/ tahun 1953 / 1955 Surat Dasar Pembentukan Perjanjian Lima Benua A1–1A Asia Afrika Asia Tenggara Asia Pasifik Pleining soekarno dan/atau surat mandat kutipan titipan surat. dikantong Prabowo.
SK 63 katanya .
(Parlin)
