Tanah Bumbu, dettiknews.com 2 Maret 2026 – Dugaan praktik pengurangan takaran bahan bakar minyak (BBM) mencuat di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Plajau Km 4. Sejumlah warga menyebut adanya selisih takaran saat pengisian bensin yang diduga merugikan konsumen.
Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun redaksi, dugaan pengurangan takaran berkisar rata-rata 1 hingga 2 persen per transaksi.dalam simulasi yang disampaikan warga, setiap pembelian 20 liter bensin diduga mengalami selisih hingga sekitar 700 mililiter. Temuan ini, menurut mereka, diperoleh setelah melakukan pengecekan mandiri dan membandingkan hasil pengisian dengan alat ukur pembanding.
“Saat kami coba cek ulang dengan pengukuran sederhana, ada selisih dari angka yang tertera di dispenser,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Jika dugaan tersebut benar dan terjadi secara konsisten, warga memperkirakan potensi kerugian akumulatif masyarakat bisa mencapai angka signifikan dalam setahun. Perhitungan kasar yang beredar menyebutkan potensi kerugian hingga miliaran rupiah, tergantung volume transaksi harian SPBU tersebut.namun, angka tersebut masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.
Sejumlah sumber menduga praktik ini dilakukan dengan cara mengatur ulang kalibrasi dispenser BBM sehingga angka liter yang tampil di mesin tidak sepenuhnya sesuai dengan volume bahan bakar yang keluar. Modus seperti ini, jika terbukti, umumnya sulit terdeteksi secara kasat mata karena perbedaan volume relatif kecil pada setiap transaksi, namun berdampak besar jika terjadi berulang dalam jangka panjang.
Dalam praktik resmi, setiap SPBU wajib menjalani uji tera dan kalibrasi berkala untuk memastikan akurasi takaran sesuai standar metrologi legal. Dugaan penyimpangan kalibrasi tanpa sepengetahuan otoritas berwenang merupakan pelanggaran serius dan dapat dikenai sanksi administratif maupun pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU di Jalan Plajau Km 4 belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi manajemen untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.
Sementara itu, warga berharap instansi terkait segera melakukan inspeksi dan uji tera ulang guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan jika menemukan kejanggalan saat pengisian BBM.
Berita ini akan diperbarui setelah ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU maupun hasil pemeriksaan dari otoritas berwenang.”
(Red)
