BATULICIN, detiknewss.com Warga Tanah Bumbu dibuat geger dengan munculnya unggahan video dari akun TikTok @bocorbanartanbu yang memakai logo “ARUL BERAKSI”Video itu secara terang-terangan menuding adanya kegiatan fiktif di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu yang nilainya bikin elus dada.
Sampai berita ini dimuat, video pendek tersebut sudah viral dan mendapat respons luar biasa dari netizen dengan 368 suka, 43 komentar, serta sudah dibagikan sebanyak 368 kali. Tak hanya itu, video ini juga sudah disimpan oleh 77 orang pengguna TikTok sebagai bentuk atensi publik terhadap isu tersebut.
Dalam narasinya, akun tersebut meminta agar Kepala Dinas DLH Tanah Bumbu,M.Risdianadi, segera diperiksa terkait tiga poin anggaran fantastis yang diduga fiktif. rinciannya adalah sewa kendaraan dinas Rp15,8 miliar lebih, sewa peralatan (genset, tenda, meja kursi, dan sound system) Rp4,7 miliar lebih, serta biaya makan minum yang tembus Rp16,6 miliar.
Gerak cepat, akun @bocorbanartanbu juga langsung menandai akun resmi Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, Humas Polda Kalsel, dan Polres Tanah Bumbu agar segera bertindak. Sontak saja, kolom komentar penuh dengan serangan pedas dari warga net.
Akun sawit lanang244 menulis kritikan tajam,”kebanyakan acara seremonial, tidak ada manfaat buat masyarakat.” Sementara itu, akun Titan Prass merasa miris melihat uang rakyat yang diduga dipermainkan. “Sekehandak nya memakai duit kasian Rakyat Jelata mencari akan duit nya ddari tukang Parkir Sampai Pemulung Sampai pedagang kuliner..,” tulisnya.
Bahkan, besarnya anggaran konsumsi juga disindir habis-habisan oleh akun Syamsul Huda. “weisss bnyak tu KLO dibelikn krupuk gimna jadix,” katanya. Desakan pemeriksaan pun merembet sampai ke pimpinan daerah, seperti kata akun ebcsedap, “Bupati tanah bumbu jua.”
Meski begitu, banyak juga warga yang skeptis apakah aparat berani mengusut kasus ini. Akun Vj Reyhan misalnya, menyebut, “@KPK_RI @gerindra pasti KPK tidak berani.” Begitu juga akun 123aja yang menulis, “kpk nya msh bisa di kondisikan wkwkwk.”
Sampai berita ini diturunkan, pihak DLH Tanah Bumbu maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi soal tuduhan yang beredar luas di TikTok tersebut. Masyarakat kini menunggu apakah aparat penegak hukum akan turun tangan melakukan audit untuk membuktikan kebenaran angka-angka fantastis itu. Tgl 7/5/2026
(Red)
