Jakarta,dettiknews.com Tidak banyak orang yang mampu bangkit dari keterbatasan hidup hingga mencapai kesuksesan di berbagai bidang. Namun kisah Susanto menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil keputusan dapat mengubah nasib seseorang secara drastis.
Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 14 Mei 1983 itu kini dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus praktisi hukum yang telah banyak membantu pelaku usaha dalam menghadapi berbagai persoalan bisnis. Salah satu perusahaan yang berhasil dikembangkannya adalah PT Gasmart, yang menjadi simbol perjalanan panjangnya dari kehidupan sederhana menuju dunia profesional.
Di balik kesuksesan tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Susanto lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bertugas sebagai TNI berdinas terakhir sebelum pensiun sebagai Babinsa, sementara sang ibu bekerja sebagai buruh cuci pakaian keliling untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Keterbatasan ekonomi membuat pendidikan Susanto terhenti saat masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Di usia ketika sebagian besar anak seusianya masih menikmati masa sekolah, ia justru harus bekerja demi membantu perekonomian keluarga.
Sejak usia 13 tahun, Susanto mulai menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Ia pernah menjadi pelayan warung bakso, pencuci piring, pelayan warung bakmi, pekerja warung capcay, hingga penjaga warung nasi. Berbagai pekerjaan itu tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kali ia harus kehilangan pekerjaan karena kesalahan yang dilakukan akibat minimnya pengalaman dan usia yang masih sangat muda.
Meski berkali-kali mengalami kegagalan, semangatnya tidak pernah padam. Ia terus mencoba berbagai peluang kerja, mulai dari toko buah, restoran, hingga bengkel otomotif.
Perjuangan panjang itu akhirnya membawanya bekerja di industri otomotif.Berbekal ketekunan dan kemauan belajar, kariernya berkembang pesat. Dari staf pengambilan barang di sebuah bengkel, ia kemudian dipercaya menjadi tenaga penjualan sampai diluar kota.
Kemampuan membangun jaringan dan memahami pasar membuat namanya mulai dikenal luas di Kalimantan Barat. Prestasinya menarik perhatian sebuah perusahaan importir otomotif yang kemudian merekrutnya sebagai General Manager pada usia yang masih relatif muda.
Namun perjalanan kariernya kembali diuji. Setelah beberapa waktu bekerja, ia memutuskan mengundurkan diri karena merasa tidak lagi berada dalam lingkungan kerja yang sehat dan sesuai dengan prinsip yang dipegangnya. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Nasihat sang ayah yang terus diingatnya hingga kini menjadi sumber kekuatan untuk bangkit.
“Bosmu mungkin mampu membayar dirimu, tetapi tidak akan pernah mampu membeli pikiranmu. Orang yang jujur, mau bekerja keras, dan memiliki kemampuan akan menemukan jalannya menuju kesuksesan,” demikian pesan yang selalu dikenangnya.
Susanto Membangun Usaha dari Nol. Tahun 2003 menjadi awal langkah Susanto sebagai pekerja lepas di bidang otomotif. Ia berkeliling dari kampung ke kampung membangun jaringan usaha dan mencari pelanggan.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2006, ia mendirikan perusahaan pertamanya yang bergerak di bidang otomotif dengan nama CV APM.
Selama bertahun-tahun, ia menjelajahi berbagai daerah di Kalimantan Barat. Medan berat, jalan rusak, hutan, hingga risiko keamanan menjadi bagian dari kesehariannya dalam mengembangkan usaha.
Tidak jarang ia harus tidur di dalam mobil, masjid, rumah warga, bahkan di pinggir jalan demi menyelesaikan pekerjaannya.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Usahanya berkembang dan dikenal luas di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Bangkit dari Kegagalan Bisnis. Melihat perubahan pasar otomotif yang semakin cepat, Susanto mengambil keputusan besar dengan beralih ke bisnis baja ringan pada tahun 2010.
Langkah tersebut sempat membuahkan hasil luar biasa. Dalam tahun pertama, usahanya berkembang pesat dengan omzet mencapai miliaran rupiah dan membuka sejumlah cabang di berbagai daerah.
Namun keberhasilan itu tidak berlangsung lama. Keterbatasan sistem manajemen dan pengalaman dalam industri konstruksi membuat perusahaan menghadapi berbagai persoalan hingga akhirnya mengalami kebangkrutan.
Aset perusahaan disita bank dan namanya masuk daftar hitam perbankan saat itu. Kondisi tersebut menjadi salah satu masa tersulit dalam hidupnya.
Meski demikian, Susanto memilih untuk tidak menyerah. Ia tetap menjalankan aktivitas usaha sembari aktif di berbagai organisasi olahraga bela diri di Kalimantan Barat. Dari lingkungan tersebut pula, jaringan dan relasi baru mulai terbentuk.
Dan berkat pengalamannya susanto akhirnyamemutuskan Merantau ke Jakarta dan Meniti Dunia Hukum. Keputusan besar kembali diambil ketika Susanto memilih meninggalkan zona nyamannya di Kalimantan Barat dan merantau ke Jakarta.
Langkah tersebut membuka jalan baru dalam kehidupannya. Berbekal pengalaman panjang di dunia usaha, jaringan yang luas, serta semangat belajar yang tinggi, ia mulai mendalami bidang hukum dan bisnis.
Perjalanan yang berawal dari anak seorang buruh cuci pakaian keliling akhirnya mengantarkan Susanto menjadi seorang pengusaha sekaligus lawyer yang dikenal di kalangan pelaku usaha.
Kisah hidupnya menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari kemudahan. Di balik pencapaian yang terlihat hari ini, terdapat perjuangan panjang, kegagalan berulang kali, serta keberanian untuk bangkit setiap kali terjatuh.
Bagi banyak orang, perjalanan Susanto bukan sekadar cerita sukses seorang pengusaha. Lebih dari itu, kisah tersebut menjadi inspirasi tentang pentingnya integritas, kerja keras, dan keyakinan untuk terus melangkah meski keadaan tidak selalu berpihak.
(Red)
