Jakarta: dettiknews.com Dadang Petugas kementerian lingkungan hidup LH Kunjungi Pendiri Swasembada pangan berbasis masyarakat di wilayah Rt 17/Rw 08.kelurahan Semper Barat kecamatan Cilincing Jakarta Utara Pada Rabu 14 Oktober 2026 .
Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.(KLH/BPLH)
“Dalam kunjungannya Dadang Bahas Budidaya Maggot black soldier fly (BSF) mendapatkan pakan yang aman dan dapat dikembangkan sebagai pakan ternak.
Dadang mengatakan “Jika tidak ada pemilahan yang baik maka maggot nya akan makan sampah yang sudah terkontaminasi, dan jika sudah terkontaminasi, maka maggot-nya tidak bisa digunakan untuk pakan ternak sehingga bisnis kecil (penjual maggot) tidak bisa scale-up,”.katanya.
“Karniadi Ketua rw 08 Didampingi oleh H,Endang. Anggota LMK. Dan Nur Jani Penasehat dan jajarannya menyambut baik.
Dadang Petugas dari kementerian LH menjelaskan, pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam pengembangan budidaya maggot agar hasilnya memenuhi standar dan dapat dikomersialisasikan sebagai pakan ternak.
“Budidaya maggot yang makan sampah sisa olahan dapur bisa dijadikan pakan ternak, namun ada Permentan Nomor 22 Tahun 2017 yang mengharuskan bahwa jika ingin dijadikan pakan ternak, sampah organik dapur (yang dimakan maggot) harus dipastikan tidak terkontaminasi dengan logam berat atau yang lainnya,” jelas Petugas kementerian lingkungan hidup tersebut.
Menurutnya sampah organik yang menjadi pakan maggot harus dipastikan terbebas dari kontaminasi, termasuk logam berat. Hal tersebut menjadi salah satu syarat agar hasil budidaya maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak sesuai ketentuan yang berlaku.
Dadang juga mengapresiasi Karnadi Ketua Rw 08 yang sudah menyokong pemilahan sampah.
Yang dimulai dari Rt 001. Sampai dengan Rt ,00.17 dan jajarannya beserta warga masyarakat.
‘Menurutnya upaya tersebut tidak hanya membuka peluang pengembangan usaha masyarakat, tetapi juga mendukung program pengelolaan sampah di sektor hilir, termasuk waste-to-energy.
“Proses yang dilakukan di hilir seperti waste-to-energy, itu tidak akan jalan tanpa pemilahan di hulu, dengan adanya pemilahan di hulu seperti yang didorong oleh Rw , dan jajaran serta warga masyarakat sekitar bahkan para anak muda khususnya dari karang taruna kader dawis kader PKK Rw 08 melakukan juga mendukung giat pila sampah
ini menjadi pesan yang sangat berharga untuk kita semua, untuk mendukung industri di hilir,” tutur Dadang petugas kementerian LH .
Karniadi juga Ajak Masyarakat kurangi sampah plastik. “Upaya pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi Iya juga tekankan pemilahan sampah untuk budidaya maggot .
(Parlin)