Jakarta.dettiknews.com Menghadiri Haul ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambak beras, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).
“Saya titip ke para kiai, Forkopimda dan seluruh pihak untuk selalu mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden.mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), koperasi desa, kampung nelayan dan program-program lainnya,” kata Gibran.
Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan bangsa karena mampu mencetak generasi yang religius, berkarakter, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada para ulama, santri, dan masyarakat yang hadir dalam acara haul.
Selain itu, putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut turut memperkenalkan program “Kampung Haji”, salah satu inisiatif terbaru Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia.
Dia menjelaskan, Pemerintah sebelumnya telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi jemaah haji.termasuk layanan fast track imigrasi di sejumlah daerah seperti Surabaya yang mampu mempercepat proses administrasi dan pemeriksaan keimigrasian jemaah.
Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, Pemerintah menyiapkan kawasan terpadu bernama Kampung Haji yang akan dibangun di atas lahan seluas 45 hektare. “Ke depan, diharapkan bisa memperlancar, mempermudah dan insya Allah menekan biaya haji,” ujarnya.
Gibran menilai, kawasan Kampung Haji tidak hanya difungsikan sebagai tempat penginapan jemaah, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan penunjang ibadah haji.
Dalam amanatnya, Gibran turut mengajak para santri meneladani perjuangan Mbah Wahab sebagai tokoh pemersatu bangsa, pencinta Tanah Air dan pelopor kemajuan umat.
“Indonesia membutuhkan generasi muda dan santri yang berakhlak mulia, cinta Tanah Air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi,” ujarnya.
Dia melihat, tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim harus dijawab dengan kesiapan generasi muda pesantren yang terbuka terhadap perkembangan zaman.
Pada kesempatan tersebut, Gibran juga berdialog langsung dengan para santri.dua santri yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai kebanggaan menjadi santri mendapat hadiah sepeda dari Gibran.
Salah seorang santri asal Magelang, Ahmad Alfiro Ismail, menyampaikan kebanggaannya menjadi santri terletak pada tiga nilai utama, yakni berakhlak, berilmu, dan berkiprah di tengah masyarakat.
“Saya bangga menjadi santri karena menjadi santri menjadikan saya termotivasi dan terinspirasi dengan tiga moto yang saya pegang teguh, yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,” ujar Ahmad yang disambut tepuk tangan hadirin.
Menanggapi jawaban tersebut, Gibran memuji kemampuan Ahmad dalam menyampaikan gagasannya secara runtut dan meyakinkan.
“Wah ini kayak debat Capres,” candanya yang langsung mencairkan suasana.
Santriwati asal Jombang, Indi Febrianti Valentina, juga menyampaikan pandangannya mengenai kebanggaan menjadi santri.
Menurutnya, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga pendidikan akhlak, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Interaksi spontan itu menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta haul. Banyak santri dan tamu undangan tampak antusias mengabadikan momen ketika kedua santri menerima hadiah sepeda dari Gibran.
Sebelum menghadiri acara haul, Gibran terlebih dahulu berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Mbah Wahab.
Setibanya di area makam, Wapres disambut keluarga Mbah Wahab, di antaranya KH Hasib Wahab, KH Cholid Mas’ud, Romahurmuziy, serta H. Syaifuddin.
Gibran kemudian memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga di pusara Mbah Wahab sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengabdiannya bagi umat, bangsa, dan negara.
Suasana khidmat mewarnai prosesi ziarah yang diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, dan tokoh daerah.
Kehadiran Gibran di Tambakberas disambut ribuan santri, kiai, ulama, dan masyarakat. Acara haul berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan.
Turut mendampingi Gibran dalam kegiatan tersebut, antara lain Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta keluarga besar KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab. KPJ
(Parlin)
