Jakarta, dettiknews.com Reduksi RW 08 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara,Dikunjungi KKP kementerian kelautan dan perikanan dan/ atau. petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis, 5 November 2026.
Kunjungan tersebut dalam rangka uji kompetensi awal sertifikasi dari KKP untuk uji sayuran kangkung, bayam, sawi hijau, dan daun singkong. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar paling lama 14 hari kerja.
Ketua RW 08 Kelurahan Semper Barat, Karniadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program swasembada pangan berbasis masyarakat dan sekaligus ketahanan pangan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut H. Endang, anggota LMK, dan Nur Jani, Penasehat RW 08.
Petugas KKP melakukan pengujian untuk mencegah adanya kandungan cemaran logam berat, bakteri, virus, jamur, serta cemaran akibat air tanah, mikroba, kelembaban udara, dan faktor lingkungan lainnya.
“Ini bukti nyata mendukung KKP dalam program ketahanan pangan,” ikut memberikan solusi terkait bakteri virus jamur dan kelembaban dan lain lain tentu nya setelah hasilnya laboratorium selesai baru kita lega ujar Karniadi.
*Dukung Asta Cita Presiden*
Menurut Karnadi, panen dan pengujian sayuran ini merupakan wujud komitmen RW 08 dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan ini disebut sebagai implementasi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta 13 program akselerasi KKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Panen ini merupakan salah satu wujud komitmen dalam memberdayakan warga secara berkesinambungan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujar H. Endang.
Lebih lanjut, Thomas, Sekretaris RW 08, menegaskan bahwa pemberdayaan warga di bidang pertanian bukan sekadar urusan ketahanan pangan, melainkan wujud nyata pembinaan bagi warga.
Melalui program ini, warga tidak hanya memperoleh keterampilan baru di bidang pertanian, tetapi juga belajar tentang nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kerja sama alias meneruskan budaya gotong royong.
“Ini adalah bagian dari proses pembinaan. Kita bersama warga memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat buat warga masyarakat,” tegasnya.
Salah satu ketua RT di luar RW 08, yakni Tarkim, ketua RT dari RW 12, ikut bergabung dan mengaku bangga bisa terlibat.
“Saya merasa senang bisa ikut berkebun dan berkontribusi dalam program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Selain memberi keterampilan di bidang pertanian, kegiatan ini membuat kami merasa produktif dan berguna, meskipun berada di luar RW 08,” ungkapnya.
Secara terpisah, Nur Jani, Penasehat RW 08, menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan Ketua RW 08 Karnadi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkontribusi dalam menciptakan pembinaan yang produktif, serta mendorong reintegrasi sosial yang lebih efektif bagi warga sekitar.
Pada jam yang sama, tokoh masyarakat Kelurahan Semper Barat, H. Dali Madali, yang juga mantan RW 01 Kelurahan Semper Barat, turut hadir.
“Kami berharap upaya seperti ini terus diperkuat agar warga masyarakat semakin mandiri, berdaya guna, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H. Dali.
(Parlin)