Bogor dettiknews.com Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor Jawa Barat,
Pertemuan ini mempertemukan sejumlah pejabat kunci di bidang pertahanan, keamanan, hingga sektor strategis lainnya.
Pada Minggu – 3 Mei 2026 dini hari, rapat tersebut membahas berbagai isu dan diduga ada yang paling penting demi merah putih yang tengah menjadi perhatian pemerintah, baik dalam konteks domestik maupun global.
Sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Turut hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Selain unsur pertahanan dan keamanan, rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.
Nama lain yang turut hadir yakni Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti sektor pendidikan sebagai salah satu fokus utama, terutama dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Pemerintah disebut ingin memastikan arah kebijakan pendidikan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional, termasuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global.
Selain itu, pembahasan juga mencakup perkembangan program hilirisasi industri yang dinilai krusial untuk memperkuat nilai tambah ekonomi nasional. Kata Prabowo
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Di sektor pertahanan dan keamanan, Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik yang bersifat konvensional maupun non-konvensional.
Rapat terbatas ini juga dipandang sebagai sinyal kuat konsolidasi internal pemerintah, khususnya dalam menyelaraskan langkah strategis antar kementerian dan lembaga.
(Parlin)
