Jakarta,dettiknews.com Gubernur DK Jakarta Pramono Anung Pastikan Normalisasi Kali Cakung Lama Jadi Prioritas Penanganan Banjir Warga RW 03 Kel Semper Timur kecamatan Cilincing,Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sama saja sampai detik ini belum ada tindak lanjut nya bahkan rw 03 Kel Semper Timur kecamatan Cilincing Jakarta Utara belum ada tindak lanjut apa pun. Warga yang ingin direlokasi Terkait normalisasi sungai Begog tersebut hingga berita ini ditayangkan belum ada bukti dan tindakan nyata.
Pramono Anung Pastikan Normalisasi Kali Cakung Lama Jadi Prioritas Penanganan Banjir Jakarta
23 Jan 2026.
Mana ada ujar warga sekitar yang semenjak kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sudah 11 kali berulang banjir di sungai Begog Rw 03 Kel Semper Timur kecamatan Cilincing Jakarta Utara.
Ujar warga padahal Pramono Anung, meninjau langsung Kali Cakung Lama segmen Sungai Begog dan Pedongkelan di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1). Ia memastikan normalisasi sungai menjadi prioritas penanganan banjir di Jakarta. Warga mengatakan ala kapan tau itu lagu lama dari dulu setiap pejabat baru berkunjung sekali janji kosong mana buktinya ini Pakta nya. RW juga meng iya kan.
Saat itu Menurut Gubernur Pramono, Kali Cakung Lama mengalami penyempitan signifikan yang menimbulkan bottleneck (penyempitan) aliran air sebelum menuju laut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap terjadinya banjir di wilayah Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, Pegangsaan Dua, hingga Koja.
“Saya baru saja meninjau dan mengecek langsung, memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck yang menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Kali Begog yang dijuluki sungai Begog tersebut merupakan bagian dari Kali Cakung Lama mengalami penyempitan sehingga lebar efektif saluran hanya tersisa sekitar 2-3 meter dari kondisi awal sekitar 20 meter. Penyempitan ini disertai tingginya endapan sedimen dan okupasi bangunan di bantaran kali, yang dan menjamur bangunan tanpa IMB Diduga petugas asas pembayaran itu yang menyebabkan pendangkalan dan berkurangnya daya tampung aliran, terutama saat debit air meningkat akibat hujan. Kondisi ini rentan menimbulkan genangan air ber hari hari walaupun hujan sudah reda di wilayah Kecamatan Cilincing (Semper barat dan timur),
Dan dampaknya sampai ke Kelapa Gading (Pegangsaan) dan Koja (Tugu Selatan).
Pramono Anung telah Melihat kondisi tersebut,
Bahkan Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penanganan terpadu melalui normalisasi Kali Cakung Lama. Suku Dinas SDA Jakarta Utara akan melakukan pengerukan
Serta penertiban bangunan di badan dan air sempadan kali dari Segmen Sedayu hingga Simpang Lima Koja, yang akan dilanjutkan hingga kawasan Kampung Begog, Cilincing.
“Saya sudah memberikan persetujuan secara langsung untuk dilakukan normalisasi, kurang lebih sepanjang dua kilometer.
Minggu depan akan segera kami rapatkan agar pelaksanaannya bisa segera berjalan,” imbuh Gubernur Pramono.
Selain normalisasi, kali pos 5 sampai sungai Begog Bahkan sampai Kel Cilincing oleh Dinas SDA DKI Jakarta juga akan melakukan pembebasan lahan di kawasan sepanjang perbatasan Kampung rawa malang Rw 10 dan kali Begog Rw 03 untuk mengembalikan fungsi saluran sesuai kapasitas rencana. Upaya ini diharapkan mengurangi risiko banjir yang terjadi secara berulang di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Cakung Lama. Berdasarkan peta sebaran genangan tahun 2020–2025, kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, tercatat mengalami genangan tahunan dengan ketinggian berkisar 15-40 bahkan ada yang 60 sentimeter.
“Secara sistem DAS, wilayah genangan ini masuk ke dalam DAS Cakung Lama. Permasalahan DAS Cakung Lama antara lain tingginya endapan sedimen di Kali Cakung Lama yang mengakibatkan pedangkalan kali, serta kondisi kali yang makin menyempit karena okupasi warga dan banyaknya bangunan di bantaran kali,” terangnya.22/2/2026
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menambah jumlah pompa air serta melakukan normalisasi di sejumlah sungai strategis lainnya, seperti Kali Krukut dan Sungai Ciliwung, guna memperkuat sistem pengendalian banjir di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
(Parlin)
