Jakarta,dettiknews.com – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) aroma Bau busuk menyengat hidung di jalan sepanjang RW 09, Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara.
Bau busuk itu berasal dari tumpukan sampah seharusnya lokasi pembuangan sampah tidak berada lokas dijalur hijau dan atau Badan jalan di wilayah Bulak Cabe RW 09, sampah membeludak lokasinya posisi persis di sisi kanan jalan arah ke Taman Lestari Cilincing.
TPS hanya memiliki luas sekitar 6 x 9 meter itu tak lagi mampu menampung sampah ketinggian nya sudah menggunung. Sehingga dampaknya meluber ke luar TPS yang tidak sesuai SOP sehingga terjadi penyempitan badan jalan sekitar 1,5 meter. Padahal jalan di lokasi ini lebarnya hanya sekitar 4 mtr.
Warga meminta Dinas kebersihan Lingkungan Hidup Jakarta Utara, diminta turun kelapangan dan mengkaji ulang penempatan TPS atas kelayakan Birokrasi Instansi pemerintah yang diduga tidak mampu menjalankan tugas sesuai SOP sehingga peristiwa tersebut terjadi penumpukan sampah di tengah jalan .
Warga meminta penanganan dan pengangkutan sampah pro aktif menjadi prioritas :
1.perlunya Pengurus tingkat RT/RW.bertanggung jawab monitoring penampung sampah dilingkungan nya agar tidak terjadi penumpukan sampah yang menyebabkan bau busuk
2.warga meminta tingkat kelurahan Lurah bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan warga termasuk keberhasilan penampungan Sampah
pelaksanaannya teknisinya dilakukan oleh subseksi kebersihan kelurahan.
3 tingkat kecamatan.Camat Cilincing bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan diwilayahnya kecamatan termasuk kebersihan kegiatan pengangkutan sampah di wilayahnya, berkolaborasi dengan dinas kebersihan LH Jakarta Utara sampai ke pembuangan sampah Ahir, agar tidak menimbulkan Protes dari warga sekitar dan pengguna kendaraan jalan pada umumnya
Selain bau busuk di TPS dan makan bahu jalan membuat penyempitan jalan setiap harinya ramai dilalui berbagai jenis kendaraan kontainer alat berat. sepeda motor, dan lain lain membuat kemacetan terjadi setiap harinya.
“Setiap Kendaraan yang melintas di depan TPS ini terpaksa harus bergantian, karena jalan yang tertutup sampah hanya bisa dilalui satu arah bergantian kendaraan saja. Tak heran, bila setiap pagi atau sore hari ketika jam sibuk, jalan di depan TPS ini seringkali mengalami macet panjang.
Terpantau tim investigasi banyak warga bergantian membuang sampah di lokasi ini.mereka membawa sampah rumah tangga dengan plastik kresek dan dibawa menggunakan sepeda motor , lantaran tidak ada nya pembatas TPS dengan jalan yang menyebabkan sampah ambruk kejalan.
Tak hanya menumpuk, sampah-sampah itu juga sering beterbangan ke depan rumah warga dan membuat jalan di sekitarnya menjadi penyebab salah satunya bau buduk dan Air lendir dari sampah yang menumpuk juga membuat mengalir ke jalan di depan TPS sangat licin dan penuh lumpur yang menghitam menjadi sarang lalat dan belatung.
Dewi Kami Warga Cilincing Ingin hidup sehat dan Layak, seharus Dinas Kebersihan DK Jakarta Pemprov proaktif dan menjaga sampah tidak terjadi bau bau busuk menyengat membuat warga sesak nafas batuk batuk dan ancaman menjadi sarang nyamuk malaria Ucap Dewi dengan wajah geram
Lanjut kondisi TPS terlalu sempit memakan bahu jalan kondisinya sangat memperihatinkan dan mengganggu bagi pengguna kendaraan bermotor,
Warga yang berada di seberang TPS justru sering protes dengan bau sampah, namun keluhan warga sering kali diabaikan oleh dinas kebersihan .
Saya berharap terhadap Dinas Kebersihan Jakarta utara cepat responsif atas keluhan warga agar cepat di bersihkan demi terciptanya lingkungan bersih aman dari bau busuk sampah ucap Dewi tgl 24/2/2026.
(Parlin)
