Tanah Bumbu,dettiknews.com Maraknya praktik prostitusi terselubung yang diduga melibatkan Pekerja Seks Komersial (PSK) di sejumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang berlangsung secara diam-diam ini disebut-sebut masih terus terjadi, bahkan dinilai semakin berkembang dengan berbagai modus baru seperti Aplikasi Michet dan modus Aplikasi yang sulit terdeteksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, praktik tersebut kerap ditemukan di sejumlah penginapan, mulai dari hotel kelas melati hingga guest house yang tersebar di wilayah Tanah Bumbu dan sekitarnya, termasuk daerah Batulicin Beberapa titik yang sering disebut antara lain kawasan Jalan Pelajau, Jalan Kodeco, Jalan Raya Batulicin,Jalan Pelabuhan Speed hingga Jalan Raya Batulicin Tanah Merah Tanah Merah.
Warga menilai, pengawasan dari aparat terkait, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), diduga Tutup mata dan tidak lagi seintensif sebelumnya. Padahal, pada masa pemerintahan terdahulu, razia rutin sering dilakukan sebagai bagian dari operasi cipta kondisi.dalam kegiatan tersebut, petugas kerap menjaring belasan hingga puluhan pasangan yang bukan suami istri, termasuk remaja.
“Dulu razia sering dilakukan, bahkan hampir setiap bulan. Sekarang terasa jauh berkurang,” ungkap Ali Muddin salah satu warga Tanah Bumbu tgl 1/4/2026
Dalam praktiknya, modus operandi prostitusi kini tidak lagi sebatas cara konvensional. Perkembangan teknologi turut dimanfaatkan oleh pelaku dengan menggunakan platform daring atau media sosial sebagai sarana transaksi. Hal ini membuat praktik tersebut semakin sulit terpantau secara langsung oleh aparat.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, petugas pernah menemukan kondisi yang memprihatinkan, seperti pasangan bukan suami istri dalam satu kamar, hingga dugaan keterlibatan anak di bawah umur. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut bukan hanya pelanggaran ketertiban umum, tetapi juga berpotensi melibatkan aspek perlindungan anak dan hukum pidana.
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan terukur dari pemerintah daerah. Selain razia rutin, upaya pembinaan, pendataan, serta koordinasi dengan instansi terkait dinilai penting untuk menekan angka praktik prostitusi terselubung ini.
Di sisi lain, penting juga bagi aparat untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan transparan. Penguatan pengawasan serta kolaborasi lintas instansi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Tanah Bumbu terkait dugaan menurunnya intensitas razia tersebut. Namun, desakan publik agar dilakukan evaluasi dan peningkatan pengawasan terus menguat, seiring kekhawatiran akan dampak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap praktik-praktik yang melanggar norma dan hukum perlu dilakukan secara konsisten, guna menjaga ketertiban umum serta melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
(Red)
