Jakarta, dettiknews.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tidak hanya mengandalkan kebijakan pengendalian emisi, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai program Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), yang menggabungkan aspek lingkungan, transportasi, dan gaya hidup sehat.
Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) digelar di kawasan Rasuna Said. Program yang digelar rutin setiap Minggu pagi itu menjadi tambahan ruang publik bagi warga sekaligus bagian dari strategi menekan emisi kendaraan bermotor di ibu kota.
Kehadiran HBKB di koridor bisnis Rasuna Said memperluas cakupan kawasan ramah lingkungan yang sebelumnya telah berkembang di sejumlah titik, termasuk Sudirman-Thamrin. Selain menghadirkan udara yang lebih nyaman, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati suasana kota tanpa dominasi kendaraan bermotor.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap optimistis terhadap upaya peningkatan kualitas udara yang tengah dijalankan.
“Kami sangat peduli dengan kesehatan dan kenyamanan warga Masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif positif yang membawa dampak nyata, mulai dari perluasan ruang terbuka hingga promosi gaya hidup ramah lingkungan,” ujar Chico di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, pengendalian polusi membutuhkan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat agar hasil yang dicapai dapat dirasakan secara berkelanjutan tentu melibatkan rt /rw lurah camat dan seterusnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menempatkan kualitas udara sebagai salah satu prioritas pembangunan kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menegaskan bahwa kualitas udara yang baik merupakan elemen mendasar dalam menciptakan kota yang nyaman dan sehat .
Perlu ditekankan Jangan membakar sampah di
lahan kosong tanpa ijin seperti di bantaran sungai jalur hijau pertamanan Hutan kota dan lain lain .
Sehingga dapat menyebabkan dampak polusi udara peringatan keras sudah patut diterapkan agar jangan lagi ada pelajaran aturan yang menjadi ber urusan dengan hukum.
Sebab “Udara bersih adalah tujuan utama sebagai fondasi yang kualitas hidup warga Jakarta mari kita taati peraturan,” ujar Pramono dalam kesempatan terpisah.
Pernyataan itu menjadi landasan berbagai program yang kini terus dipacu, mulai dari pengembangan transportasi rendah emisi hingga peningkatan ruang hijau Indah.
Pemprov DKI juga tetap menjalankan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) 2023–2030 yang mencakup penguatan tata kelola lingkungan, percepatan penggunaan transportasi ramah lingkungan, penghijauan kota secara berkelanjutan, serta pengawasan terhadap sumber pencemar dari sektor industri lahan lahan kumuh .
Sejumlah program pendukung seperti pengembangan layanan Trans Jakarta, penambahan armada bus listrik, hingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terus didorong untuk memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global yang lebih berkelanjutan.
Di tengah berbagai upaya tersebut, pemerintah mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas lingkungan nya dijaga jangan menunggu tindakan tegas terhadap lingkungan hidup.
Serta terkait mengenai Penggunaan transportasi umum, partisipasi dalam HBKB, hingga kegiatan penghijauan dinilai menjadi kontribusi sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi masa depan kota ungkapnya.
“Kami mengajak seluruh warga untuk turut serta dengan antusias. Mari gunakan transportasi umum, dukung HBKB, tanam pohon, dan jaga kebersihan lingkungan bersama. Dengan semangat gotong royong, kita pasti bisa mewujudkan udara Jakarta yang semakin segar dan sehat setiap harinya bila dimulai dari kita untuk kita ,” tambah Chico .
( Parlin)
