Jakarta dettiknews.com Ketum BPI KPNPA RI Tubagus Rahmad Sukendar, buka suara soal pilot Selandia Baru, Glenn Malcolm Conning, yang tewas dibunuh Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Tebe Sukendar mengatakan tidak ada sikap tegas dari aparat membuat Gerakan Pengacau Keamanan di papua semakin merajalela dalam melakukan aksi nya.
Sudah seharusnya Pemerintah Tarik semua komponen masyarakat yang ada di papua baik itu dari kepala Suku dan tokoh Agama untuk dibentuk Satgas Kendali Pemulihan Keamanan di Papua karena sudah banyak masyarakat dan aparat negara yang menjadi korban kekejaman dari Gerakan Operasi Merdeka ( OPM ), apalagi sekarang yang dibunuh adalah Pilot dari Warga Negara Asing mau dibawa kemana muka dan wibawa dari Pemerintah Indonesia terhadap Dunia Internasional.
Tebe Sukendar juga menekankan bahwa Aparat Baik TNI dan Polri jangan hanya baru bergerak dan mengejar pelaku kriminal bersenjata jika sudah terjadi pembunuhan, namun bagaimana dapat mencegah dan bergerak untuk bisa menangkap pelaku kriminal bersenjata sebelum ada terjadi lagi pembunuhan dan pembakaran di Papua
Sudah waktunya Presiden Perintahkan Panglima TNI untuk bentuk Satgas Pemulihan Keamanan dan libatkan Suku suku yang ada di papua sebagai anggota satgas untuk bersama sama Aparat bertanggung jawab sebagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di diwilayah Papua yang menjadi lintasan dan sarang dari gerombolan gerakan bersenjata pengacau keamanan di Papua.
Tebe Sukendar meminta Aparat TNI dan Polri harus bertindak tegas dan terukur. Karena Gerakan OPM sudah sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat , sudah berapa banyak nyawa anak bangsa yang tidak berdosa melayang di papua dan sudah berapa banyak gedung sekolah , puskesmas dan sarana umum yang dibakar gerombolan pengacau keamanan
Aparat sudah segera bergerak melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap Gerakan Pengacau Keamanan di Papua ucap Tebe Sukendar saat bertemu Pimpinan Redaksi Media dettiknews.com di kantor BPI KPNPA RI Jakarta Barat Kamis (8/8).
Seperti diketahui Menko Polhukam Hadi Tjahyanto menyampaikan akan tindak tegas OPM Di Papua , Hadi menuturkan pilot dan para penumpang merupakan tenaga kemanusiaan dan kesehatan yang dikirim ke pedalaman untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lokal.
“Mereka itu tenaga-tenaga kemanusiaan loh, tenaga kesehatan, yang dikirim ke pedalaman dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ko malah diganggu seperti itu,” papar Hadi lagi.
Hadi mengaku belum ada rencana mengerahkan pasukan TNI dan Polri tambahan ke Papua, terutama Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, tempat pembunuhan terjadi. Distrik Alama merupakan wilayah yang terisolir di Papua.menurutnya, pasukan keamanan saat ini masih bisa menangani ancaman di wilayah tersebut.
“Kalau penambahan pasukan saya kira pasukan yang sekarang ini pun sudah mampu mengejar mereka (pelaku),” kata Hadi saat ditanya wartawan soal kemungkinan menambah aparat TNI/Polri ke Papua.
Selandia Baru sudah mengonfirmasi bahwa warga negaranya telah tewas terbunuh di Papua.
“Telah dipastikan bahwa pilot helikopter Selandia Baru, Glen Conning, telah tewas di daerah terpencil di Papua, Indonesia,” kata jubir MFAT kepada CNN Indonesia.com, Selasa (6/8).
Sebelumnya, Kepala Operasi (Kaops) Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani membeberkan kematian Glen Conning.
“Benar telah terjadi penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap Glen Malcolm Conning yang merupakan pilot Helikopter PT Intan Angkasa Air Service,” kata dia dalam rilis resmi.
Faizal juga menyebut KKB membakar helikopter berjenis IWN MD.500 ER PK di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, sekitar pukul 10.00 WIT.
Helikopter itu mengangkut dua orang dewasa, satu bayi, dan satu anak. Para penumpang disebut dihadang KKB usai mendarat.
Anggota KKB yang berada di lokasi disebut menodongkan senjata api. Dia juga menggiring pilot dan penumpang ke area lapang sekitar lokasi pendaratan.
Setelah itu KKB langsung melakukan pembunuhan terhadap pilot. Jenazah Pilot dibawa ke helikopter kemudian dibakar bersamaan dengan helikopter. Sementara itu, penumpang yang merupakan warga setempat selamat.
Insiden ini terjadi kala pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mehrtens, juga masih disanderaTentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka(TPNPB-OPM) sejak Februari 2023. (Red).
