Tanah Bumbu, dettiknews.com Rangkap jabatan AF sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu kembali menjadi sorotan.
Selain persoalan rangkap jabatan, muncul pula informasi dari salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengenai dugaan keterlibatan AF dalam permainan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Sumber tersebut menyebut AF sebagai sosok yang sudah lama dikenal di lingkungan pemerintahan daerah.
“Dia itu pemain, pemain lama. Di lingkungan Pemda semua orang tahu, tetapi banyak yang memilih bungkam,” kata sumber tersebut.
AF disebut memiliki karakter kepemimpinan yang dinilai kurang memperhatikan bawahannya. Bahkan, sumber menuding terdapat bawahan yang pernah harus menanggung persoalan hukum ketika berhadapan dengan perkara yang berkaitan dengan pekerjaan.
“Dia tidak peduli dengan bawahan. Bahkan ada yang akhirnya harus berhadapan dengan persoalan hukum,” ujarnya. Tgl 15/8/2026.
Namun, tudingan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan sumber tidak menyebutkan kasus maupun nama bawahan yang dimaksud.
Sumber juga menilai AF memiliki kemampuan membangun hubungan yang baik dengan pimpinan.
“Dia sangat pandai menyenangkan pimpinannya, meskipun menurut saya kadang harus mengorbankan anak buahnya,” kata sumber.
Tak hanya itu, sumber juga menyampaikan adanya dugaan permainan proyek di lingkungan Perkimtan. Ia menyebut seorang pejabat perempuan yang menjabat sebagai kepala bidang di dinas tersebut diduga memiliki keterlibatan dalam aktivitas yang berkaitan dengan proyek.
Namun, informasi tersebut juga masih berupa dugaan dan belum disertai bukti yang dapat diverifikasi. Media tidak menyebut identitas pejabat yang dimaksud sebelum memperoleh informasi dan bukti yang lebih kuat.
Pernah Pimpin PUPR
Sorotan terhadap AF juga tidak terlepas dari rekam jejaknya di lingkungan PUPR Tanah Bumbu. Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Perkimtan.
AF diketahui pernah menduduki jabatan Kepala Dinas PUPR sekitar 10 tahun lalu.
Kini, setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkimtan, AF kembali berada di lingkungan PUPR dengan posisi sebagai Plt kepala dinas.
Dengan rangkap jabatan tersebut, AF saat ini memegang posisi pimpinan pada dua perangkat daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai program pembangunan dan kegiatan fisik di Tanah Bumbu.
Menurut sumber, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena membuka ruang yang cukup besar bagi seorang pejabat dalam menentukan arah kebijakan maupun pelaksanaan kegiatan.
“Kalau orang yang sama memegang dua dinas, tentu kewenangannya besar,” kata sumber.
Dugaan Permainan Proyek di Perkimtan
Sumber juga menyampaikan adanya dugaan permainan proyek di lingkungan Perkimtan. Ia menyebut salah seorang kepala bidang perempuan di dinas tersebut diduga aktif terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan proyek.
“Di Perkimtan ada dugaan anak buahnya, Kabid perempuan, yang juga aktif bermain,” ujar sumber.
Namun, tudingan tersebut masih berupa informasi dari sumber dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta. Tidak ada nama maupun rincian paket pekerjaan yang disebutkan sumber untuk mendukung tudingan tersebut.
Karena itu, informasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, termasuk dengan melihat proses pengadaan, perusahaan yang mendapatkan pekerjaan, serta pola pelaksanaan proyek di lingkungan Perkimtan dan PUPR.
Media juga masih berupaya meminta klarifikasi kepada AF mengenai rangkap jabatan serta tudingan yang disampaikan sumber tersebut.
Keterangan dari sumber dalam berita ini merupakan informasi yang masih memerlukan verifikasi. Media tetap membuka ruang bagi AF maupun pihak lain yang disebut untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi.
(Red)