Jakarta,dettiknews.com TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bersih bersih sungai Kalijodo Jakarta Utara Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan personel diterjunkan untuk membersihkan sampah dan tanaman liar yang berada di aliran maupun tepian sungai.
Pantauan dettiknews.com di lokasi, sejumlah personel Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, PPSU Pemprov DKI Jakarta hingga jajaran Satpol PP Jakarta Utara turun langsung melakukan pembersihan. Bahkan, ekskavator amfibi turut dikerahkan untuk mengangkat material dan sampah dari tengah aliran sungai.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko serta jajaran lainnya.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengatakan kegiatan pembersihan sungai tersebut bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, program serupa telah dilaksanakan lebih dari 30 kali dan ke depan diharapkan semakin rutin.
“Yang mana program ini sudah kita lakukan lebih dari 30 kali, dan mungkin hari ini fokus antara Pak Pangdam, ya, memberikan titik beratkan di Sungai Kalijodo,” kata Asep.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Forkopimda DKI Jakarta terhadap program ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Sebanyak 3.550 personel dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan di 11 titik wilayah DKI Jakarta.
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menyoroti kondisi Sungai Kalijodo yang masih terlihat hitam dan dipenuhi sampah.
“Kami mohon bantuan juga semuanya karena tempat ini kalau bersih, rapi, mudah-mudahan ini nanti lama-lama airnya menjadi wangi. Ya, ini kalau hitam sekali, sampahnya banyak sekali,” ujar Deddy.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak kembali membuang sampah ke sungai setelah proses pembersihan dilakukan.
Ketua RW 05 : Jangan Sampai Sungai Bersih Hanya Saat Ada Kegiatan
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua RW 05, Jiung. Namun, menurutnya, hal yang jauh lebih penting setelah kegiatan pembersihan adalah bagaimana menjaga kesadaran masyarakat agar kondisi sungai tidak kembali kotor.
Jiung menilai kegiatan bersih-bersih Sungai Kalijodo harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya soal mengangkat sampah dari sungai, tetapi yang paling penting adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat sekitar Kalijodo untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” kata Jiung.
Menurutnya, kebersihan sungai tidak akan bertahan lama apabila masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai.
“Jangan sampai setelah dibersihkan hari ini, beberapa hari kemudian sungainya kembali penuh sampah. Artinya, yang harus dibersihkan bukan hanya sungainya, tetapi juga kesadaran masyarakatnya,” tegasnya.
Jiung berharap kegiatan yang melibatkan TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat tersebut dapat menjadi pemicu perubahan perilaku warga di sekitar Kalijodo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk merasa memiliki lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas pemerintah.
“Kalau masyarakat sudah sadar dan merasa memiliki lingkungan, saya yakin sungai ini bisa lebih terjaga. Pemerintah membersihkan, masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan sungai yang bersih bukan hanya memberikan dampak terhadap estetika lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Digelar di 11 Titik
Selain Sungai Kalijodo, kegiatan bersih-bersih sungai dalam rangka HUT ke-81 RI tersebut juga dilakukan di sejumlah titik lainnya, di antaranya Sungai Ciliwung, Sungai Asra di Kepulauan Seribu, Banjir Kanal, Kali Pesanggrahan, Kali Mookervart, Kali Sabi atau Kali Nambo, serta wilayah irigasi Kecamatan Bekasi Utara.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino.
Selain membersihkan sungai, kegiatan di Kalijodo juga diisi dengan penanaman pohon serta pemberian bantuan tali asih kepada masyarakat.
Bagi warga sekitar, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, aksi bersih sungai diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baru masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
(Baretha.S)