Jakarta , dettiknews.com Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid ketujuh yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 dinilai sinyalemen pecah kongsi antara Prabowo dan Joko Widodo. ” (Jokowi).
Penilaian tersebut mencuat menyusul posisi orang-orang yang selama ini diidentikkan dekat dengan Jokowi mulai bergeser dari jabatan strategis.
Meski orang dekat Jokowi masih menduduki pos di Kabinet Merah Putih (KMP), namun bukan lagi pada jabatan strategis.
Kondisi ini dibaca sebagai indikasi bahwa Presiden Prabowo sudah tidak mau lagi dikendalikan oleh Solo.
“Kalau dilihat komposisinya, memang masih ada lingkar Jokowi di dalam kabinet, tapi bukan di pos-pos kunci. Ini sinyal kuat bahwa Prabowo ingin keluar dari bayang-bayang Solo,” ujar Analis Politik Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Nurul Julyana kepada
Wartawan di Jakarta pada Sabtu 3 Oktober 2026.
Sebelumnya, reshuffle ketujuh ini juga diwarnai mutasi sejumlah pejabat penting, termasuk pergeseran Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Presiden untuk melakukan konsolidasi kekuasaan sekaligus menata ulang konfigurasi politik di dalam pemerintahan nya .
Nurul menilai, manuver ini sekaligus menegaskan arah baru pemerintahan Prabowo yang ingin lebih mandiri dalam pengambilan kebijakan, tanpa intervensi kekuatan politik lama.
Dalam reshuffle ketujuh ini, Presiden melantik 18 pejabat sekaligus di Istana Merdeka.
Rotasi besar-besaran itu mencakup menteri koordinator, menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, hingga pucuk pimpinan Polri.
Berikut daftar lengkap pejabat yang dilantik:
Menteri Koordinator dan Menteri:
1.Bahlil Lahadalia Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM
2.Sugiono Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), sebelumnya Menteri Luar Negeri
3.Dudung Abdurachman Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan
Dari daftar tersebut, figur yang selama ini disebut dekat dengan Jokowi seperti Listyo Sigit Prabowo justru digeser dari posisi sangat strategis sebagai Kapolri menjadi KSP.
Prabowo juga mencopot figur yang selama ini dikenal dekat dengqn Jokowi, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Pratikno.dia resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
“Prabowo tidak mau langsung melepaskan semua yang ada kaitannya dengan Pak Jokowi, pelan pelan tapi pasti apalagi relasinya baik. Tapi jelas, yang strategis sudah diganti,” ujarnya.
Dengan komposisi baru ini, publik menilai Prabowo tengah berupaya menegaskan kemandirian kekuasaan dan lepas dari kendali politik Solo, meski tetap menjaga keseimbangan agar tidak terjadi benturan terbuka.
(Parlin)