Tangerang, dettiknews.com Pendiri Indonesian Beatles Community (IBC), Herman Jambak, mengungkap sejarah terbentuknya komunitas Beatlemania nasional saat menghadiri G-Pluck Beatles Show bersama Jelly Tobing di Imagine Cafe Social Area, Tangerang, Jumat (22/5).
Herman menjelaskan, gagasan membentuk IBC sudah dirancang sejak awal 2000-an, jauh sebelum media sosial berkembang seperti saat ini.
“Waktu itu kami masih menggunakan mailing list dan rutin mengadakan kopi darat serta nonton film bersama,” kata Herman.
Ia menyebut dirinya bersama Agus Sutisna dan sejumlah personel G-Pluck berinisiatif membentuk komunitas nasional karena saat itu belum ada wadah Beatlemania berskala Indonesia.
“Kami melihat belum ada komunitas The Beatles yang bersifat nasional. Akhirnya IBC dideklarasikan pada 27 April 2004,” ujarnya.
Menurut Herman, IBC memiliki visi misi memperkenalkan budaya The Beatles dengan karakter khas Indonesia. Bahkan, komunitas tersebut menetapkan 27 April sebagai Hari Beatlemania Indonesia.
“Kami ingin mem-Beatlemania-kan Indonesia dan mem-Indonesiakan Beatlemania,” katanya.
Herman juga berharap IBC dapat berperan lebih luas dalam bidang budaya dan ekonomi kreatif. Ia menilai musik memiliki kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Pertumbuhan ekonomi bukan hanya dari sumber daya alam, tetapi juga dari musik dan budaya,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden IBC Agus Sutisna berharap komunitas tersebut dapat berkembang hingga tingkat internasional.
“Sesuai lagu The Beatles, Across the Universe, IBC harus melanglang lebih jauh dan dikenal hingga internasional,” kata Agus.
Acara tersebut turut diisi penampilan berbagai band tribute The Beatles, termasuk G-Pluck Beatles Band yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan komunitas Beatlemania Indonesia.
(Win)
